Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 2 November 2026

Melakukan Kehendak Allah dan Mengandalkan Kerahiman-Nya

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Melakukan Kehendak Allah dan Mengandalkan Kerahiman-Nya
“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.”Yohanes 6:38-39 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Lakukanlah kehendak Allah; kami bahagia sebatas kami telah memenuhi kehendak Allah.”

Buku Harian Santa Faustina 518

Salam Kerahiman🙏 Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah.

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan sebuah jaminan yang sangat menenangkan hati: siapa pun yang datang kepada-Nya tidak akan pernah dibuang. Misi Yesus turun ke dunia adalah melakukan kehendak Bapa, dan kehendak Bapa itu sangat jelas, yaitu agar tidak ada satu jiwa pun yang hilang, melainkan memperoleh hidup yang kekal. ​

Pesan tentang pentingnya melakukan kehendak Bapa ini selaras dengan pengalaman rohani Santa Faustina menjelang Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Saat ia pergi ke makam dan menyapa jiwa-jiwa untuk menawarkan bantuan doa, jawaban yang ia dengar begitu singkat namun mendalam: "Lakukanlah kehendak Allah; kami bahagia sebatas kami telah memenuhi kehendak Allah" (BHSF 518). Jiwa-jiwa yang telah mendahului kita menyadari satu kebenaran mutlak bahwa kebahagiaan sejati di keabadian tidak diukur dari pencapaian duniawi, melainkan dari seberapa setia kita melakukan kehendak Tuhan semasa hidup. ​

Namun, bagaimana jika kita masih penuh kelemahan saat berusaha melakukan kehendak-Nya? Dalam kelanjutan kisahnya (BHSF 519-520), ketika Santa Faustina sedang tekun mendoakan jiwa-jiwa yang memohon pertolongannya, si jahat datang menyamar dan mencelanya. Setan membisikkan intimidasi yang sering kali juga muncul di hati kita: "Untuk apa engkau mendoakan orang lain, sementara dirimu sendiri masih penuh cacat cela dan kesombongan?" ​

Jawaban Santa Faustina menjadi teladan indah bagi kita. Ia tidak menyangkal kerapuhannya, tetapi dengan rendah hati ia menjawab bahwa ia telah mengakui dosanya dan memilih untuk terus mengandalkan kebaikan Allah. Sikap inilah yang persis dimaksudkan Yesus dalam Injil Yohanes 6:37: "Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang." Datang kepada Yesus bukan berarti kita harus menunggu sampai diri kita sempurna tanpa cela. Datang kepada Yesus berarti berani mengakui kelemahan kita, bangkit kembali setiap kali jatuh, dan tetap setia melakukan kehendak-Nya dengan mengandalkan kerahiman-Nya. ​

Pesan untuk Kita:

• ​Setia melakukan kehendak Allah: Mari kita jalani tugas, tanggung jawab, dan pelayanan kita sehari-hari dengan tulus sebagai wujud ketaatan pada kehendak-Nya, karena di situlah letak kebahagiaan sejati kita, baik di dunia maupun di keabadian kelak.

• ​Tekun mendoakan jiwa-jiwa: Jangan pernah lelah mendoakan saudara-saudari kita yang telah meninggal dunia. Doa kita yang tulus adalah wujud kasih yang menghantar mereka menuju sukacita abadi bersama Tuhan.

• Mengandalkan kebaikan Allah di tengah kerapuhan: Ketika muncul rasa tidak layak untuk berdoa atau berbuat baik karena kelemahan kita, jangan biarkan hal itu menghentikan langkah kita. Akui kerapuhan kita di hadapan Tuhan, lalu teruslah melangkah karena Yesus tidak pernah menolak hati yang datang kepada-Nya. ​

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, Engkau telah turun dari surga untuk melakukan kehendak Bapa agar tidak ada satu pun dari kami yang binasa. Ajarilah kami untuk senantiasa mencari dan melakukan kehendak-Mu dalam hidup kami sehari-hari, karena hanya di dalam kehendak-Mulah kami menemukan kebahagiaan sejati. Berikanlah kami hati yang setia untuk tekun mendoakan sesama kami, terlebih jiwa-jiwa orang beriman yang telah mendahului kami. Dan di saat kami jatuh dalam kelemahan atau merasa tidak layak, teguhkanlah iman kami agar seperti Santa Faustina, kami tidak berputus asa, melainkan selalu bangkit dan mengandalkan kebaikan serta kerahiman-Mu semata. Sebab hanya bagi-Mulah segala kemuliaan, kini dan sepanjang segala masa.

Amin.