Sabtu, 31 Oktober 2026
KERENDAHAN HATI: JALAN MENUJU KEMULIAAN ALLAH
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”Lukas 14:11 (Alkitab Terjemahan Baru)
“O kerendahan hati, puspa nan indah! [...] Bagi jiwa yang rendah hati, gerbang surga dibuka, dan kepadanya lautan rahmat meluap.”
Buku Harian Santa Faustina 1306
Salam Kerahiman🙏
Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah
Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita agar tidak mencari tempat terhormat dan tidak berlomba-lomba meninggikan diri. Sebab, di hadapan Allah, kebesaran seseorang tidak diukur dari kedudukan, penghormatan, ataupun pengakuan manusia, melainkan dari kerendahan hatinya.
Namun, jujur kita akui, menjadi pribadi yang rendah hati bukanlah perkara mudah. Ada kalanya kita ingin dihargai, ingin didengar, ingin dipuji, bahkan merasa kecewa ketika kebaikan dan pelayanan kita tidak mendapatkan pengakuan. Tanpa disadari, kita bisa terjebak dalam keinginan untuk dianggap lebih penting daripada orang lain.
Melalui BHSF 1306, Santa Faustina mengajak kita melihat betapa indahnya jiwa yang rendah hati. Ia mengibaratkan kerendahan hati seperti keharuman dupa yang membubung ke hadirat Allah dan menyenangkan Hati-Nya. Artinya, kerendahan hati bukan sekadar sikap merendahkan diri, melainkan sikap hati yang menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah Allah.
Saudara-saudari terkasih, terkadang kita ingin berada di tempat terdepan, tetapi lupa bahwa Tuhan justru menghendaki kita memiliki hati yang bersedia mengambil tempat paling rendah. Dalam keluarga, pelayanan, maupun kehidupan bermasyarakat, kita dipanggil untuk tidak merasa paling berjasa, tidak merendahkan orang lain, dan tidak selalu menuntut penghargaan.
Sebab, orang yang sungguh rendah hati tidak sibuk mencari pengakuan manusia. Ia tetap melakukan kebaikan sekalipun tidak dilihat, tetap melayani sekalipun tidak dipuji, dan tetap mengasihi sekalipun tidak mendapatkan balasan.
Inilah kerendahan hati yang berkenan kepada Allah: semakin kita merendahkan hati di hadapan-Nya, semakin kita memberi ruang bagi rahmat-Nya untuk bekerja dalam hidup kita.
Pesan untuk kita Marilah kita belajar mengambil tempat yang rendah, bukan karena kita tidak berharga, melainkan karena kita tidak perlu meninggikan diri untuk menjadi berharga di hadapan Allah.
Jangan berlomba mencari penghormatan, tetapi berlombalah dalam kasih. Jangan mengejar pujian, tetapi lakukanlah kebaikan dengan tulus. Jangan ingin selalu menjadi yang terdepan, tetapi bersedialah menjadi pribadi yang menghadirkan kasih Kristus bagi sesama.
Ingatlah, kemuliaan sejati bukan ketika manusia meninggikan kita, melainkan ketika kerendahan hati kita berkenan di hadapan Allah.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih atas sabda-Mu hari ini yang mengingatkan kami untuk hidup dalam kerendahan hati. Ampunilah kami apabila selama ini kami masih mencari pujian, mengharapkan penghormatan, dan merasa diri lebih baik daripada orang lain.
Tumbuhkanlah dalam hati kami kerendahan hati seperti yang Engkau kehendaki. Jauhkanlah kami dari kesombongan, keangkuhan, dan keinginan untuk meninggikan diri. Ajarlah kami untuk melayani dengan tulus, mengasihi tanpa pamrih, serta melakukan kebaikan tanpa mengharapkan balasan.
Santa Faustina, doakanlah kami agar semakin mampu menghayati kerendahan hati dan semakin percaya kepada kerahiman Allah.
Semoga hidup kami menjadi persembahan yang harum dan menyenangkan hati-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
