Jumat, 30 Oktober 2026
MENJADI PANTULAN KERAHIMAN ALLAH
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat: berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”Lukas 14:3-4 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Tolonglah aku, ya Tuhan, supaya mataku penuh dengan belas kasihan sehingga aku tidak pernah mencurigai atau menilai orang atas dasar penampilan lahiriah, tetapi melihat apa yang indah dalam jiwa sesama dan siap menolong mereka."......"Tolonglah aku, ya Tuhan, supaya hatiku penuh dengan belas kasihan sehingga aku sendiri dapat merasakan semua penderitaan sesamaku.”
Buku Harian Santa Faustina 163
Salam Kerahiman🙏
Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini memperlihatkan dua sikap hati yang sangat berbeda. Ketika orang-orang Farisi sibuk mengamati Yesus dan mencari kesalahan-Nya, Yesus justru melihat seorang yang sedang menderita dan membutuhkan pertolongan.
Bagi Yesus, penderitaan manusia tidak boleh diabaikan. Ia tidak membiarkan aturan menghalangi kasih-Nya untuk menyembuhkan. Melalui tindakan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa belas kasih bukan sekadar perasaan iba, melainkan keberanian untuk melakukan sesuatu demi kebaikan sesama.
Sikap Yesus ini mengingatkan kita pada pengalaman rohani Santa Faustina dalam BHSF 163. Ia berdoa agar seluruh dirinya menjadi pantulan kerahiman Allah. Matanya dipenuhi belas kasih, telinganya peka terhadap keluh kesah sesama, lidahnya mengucapkan penghiburan, tangannya siap menolong, kakinya bergegas melayani, dan hatinya mampu merasakan penderitaan orang lain.
Saudara-saudari, jika kita merenungkannya lebih dalam, bukankah terkadang kita juga bersikap seperti orang-orang Farisi?
Kita mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi sulit memahami pergumulan mereka. Kita cepat memberikan penilaian, tetapi lambat memberikan pertolongan. Kita mungkin mendengar keluh kesah seseorang, tetapi tidak sungguh-sungguh menyediakan waktu untuk mendengarkan.
Kita rajin berdoa dan berbicara tentang kasih Tuhan, tetapi apakah orang-orang di sekitar kita sungguh merasakan kasih itu melalui kehadiran kita?
Inilah yang perlu kita ubah.
Menjadi pantulan kerahiman Allah tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Terkadang, kasih hadir melalui kesediaan mendengarkan seseorang yang sedang terluka, menghibur mereka yang kehilangan harapan, mengampuni orang yang menyakiti kita, atau mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.
Jangan sampai mata kita begitu tajam melihat kesalahan orang lain, tetapi begitu tumpul melihat penderitaan mereka.
Sebab, Tuhan tidak hanya menghendaki kita mengenal kerahiman-Nya, tetapi juga menghadirkan kerahiman itu melalui hidup kita.
Pesan untuk Kita
Saudara-saudari terkasih,
Marilah kita belajar membawa hati Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Belajarlah melihat tanpa menghakimi, mendengarkan tanpa mengabaikan, berbicara tanpa melukai, dan menolong tanpa mencari pujian.
Jangan menunggu kesempatan besar untuk berbuat kasih. Mulailah dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.
Jadilah pribadi yang tidak hanya berbicara tentang kasih Kristus, tetapi sungguh menghadirkan kasih-Nya melalui setiap perkataan, sikap, dan perbuatan.
Karena dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang yang mengenal Tuhan, tetapi juga membutuhkan orang-orang yang membuat sesamanya dapat merasakan kasih Tuhan.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, Terima kasih atas Sabda-Mu hari ini yang mengingatkan kami untuk memiliki hati yang penuh belas kasih.
Ampunilah kami apabila selama ini kami lebih mudah menghakimi daripada memahami, lebih mudah mengkritik daripada menghibur, dan lebih sering mengabaikan daripada menolong sesama.
Ya Yesus, ajarlah kami memiliki mata yang penuh belas kasih, telinga yang peka terhadap penderitaan, lidah yang membawa penghiburan, tangan yang ringan menolong, kaki yang siap melayani, dan hati yang mampu mengasihi.
Ubahlah hati kami agar semakin menyerupai hati-Mu, sehingga melalui kehadiran dan perbuatan sederhana kami, sesama dapat merasakan kasih dan kerahiman-Mu.
Jadikanlah hidup kami pantulan kerahiman-Mu di tengah dunia.
Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
