Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Kamis, 29 Oktober 2026

Hati Yesus yang Merindukan Kita

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Hati Yesus yang Merindukan Kita
“Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”Lukas 13:34 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Api kerahiman berkobar-kobar di dalam diri-Ku. Aku ingin menumpahkannya ke atas jiwa-jiwa manusia. Oh, betapa pedihnya penderitaan yang mereka timpakan pada-Ku apabila mereka tidak mau menerimanya!”

Buku Harian Santa Faustina 1074

Salam Kerahiman🙏

Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Betapa dalam kasih Yesus kepada kita. Ia merindukan kita datang kepada-Nya, berlindung dalam kasih-Nya, dan mengalami damai yang hanya dapat diberikan oleh-Nya. Namun, seperti Yerusalem yang menolak kerinduan Yesus, kita pun terkadang menutup hati terhadap kasih-Nya.

Kita menjauh ketika lebih memilih kehendak sendiri, menyimpan kebencian, sulit mengampuni, atau mengandalkan kekuatan diri tanpa melibatkan Tuhan. Padahal, Yesus tidak pernah lelah menantikan kita kembali. Hati-Nya tetap terbuka, dan kerahiman-Nya selalu mengundang kita untuk bertobat.

Melalui BHSF 1074, kita diingatkan bahwa Yesus bukan hanya ingin memberikan kasih-Nya kepada kita, tetapi juga ingin agar kasih itu kita sebarkan kepada sesama. Kita yang telah menerima kerahiman-Nya dipanggil untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi orang-orang di sekitar kita.

Jangan biarkan kerinduan Yesus bertepuk sebelah tangan. Bukalah hati kita, tinggallah dalam kasih-Nya, dan biarkan kerahiman-Nya mengubah hidup kita.

Pesan untuk Kita

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah hati kita sungguh terbuka bagi Yesus, atau justru kita sering menolak-Nya melalui sikap dan perbuatan kita?

Jangan hanya merindukan pertolongan Tuhan, tetapi rindukanlah juga kehadiran-Nya. Sambutlah kasih-Nya melalui pertobatan, pengampunan, dan kepedulian kepada sesama.

Ketika kita membuka hati bagi Yesus, kita pun dipanggil untuk menjadi tempat orang lain merasakan kasih dan kerahiman-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih atas kasih-Mu yang tidak pernah berhenti mengundang kami untuk datang kepada-Mu. Ampunilah kami ketika kami menutup hati, mengabaikan suara-Mu, dan menolak kasih-Mu melalui sikap serta perbuatan kami.

Lembutkanlah hati kami agar kami selalu rindu tinggal dalam naungan kasih-Mu. Penuhilah kami dengan kerahiman-Mu, supaya kami mampu mengampuni, mengasihi, dan membawa damai kepada sesama.

Jangan biarkan hati kami menjauh dari-Mu, ya Tuhan, tetapi tuntunlah kami untuk semakin setia mengikuti kehendak-Mu.

Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.