Rabu, 28 Oktober 2026
DIPILIH TUHAN, DIUTUS UNTUK MEWARTAKAN KASIH-NYA
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.”Lukas 6:13 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Engkau adalah juru tulis kerahiman-Ku. Aku telah memilih engkau untuk tugas ini, baik dalam kehidupan sekarang maupun dalam kehidupan yang akan datang. Begitulah Aku menghendakinya kendati segala perlawanan yang akan diberikan orang terhadapmu. Ketahuilah bahwa pilihan-Ku tidak akan berubah.”
Buku Harian Santa Faustina 1605
Salam Kerahiman🙏
Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah,
Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih kedua belas rasul. Ini menunjukkan bahwa panggilan dan perutusan bukanlah sesuatu yang dilakukan sembarangan, melainkan lahir dari kehendak Bapa.
Dalam Buku Harian Santa Faustina, kita menemukan hal yang serupa. Yesus memilih Faustina untuk menjadi juru tulis kerahiman-Nya, sekalipun ia menyadari kelemahan dirinya dan harus menghadapi berbagai perlawanan.
Dari kedua bacaan ini, kita belajar bahwa Tuhan tidak selalu memilih orang yang merasa dirinya paling mampu. Tuhan memanggil mereka yang bersedia membuka hati dan menyerahkan diri untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Sering kali, kita merasa tidak pantas melayani Tuhan. Kita takut gagal, merasa kurang mampu, atau mundur ketika menghadapi kritik dan kesulitan. Namun, panggilan Tuhan bukanlah undangan untuk mengandalkan kekuatan diri sendiri, melainkan kesempatan untuk belajar percaya kepada-Nya.
Para rasul dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah, sedangkan Santa Faustina menerima tugas untuk mewartakan kerahiman-Nya. Kita pun memiliki perutusan dalam kehidupan sehari-hari: menghadirkan kasih melalui perkataan yang menguatkan, pengampunan yang tulus, kepedulian kepada mereka yang menderita, dan kesediaan untuk melayani tanpa mencari pujian.
Dipilih Tuhan bukan berarti kita lebih hebat daripada orang lain, melainkan kita dipercaya untuk menjadi sarana kasih-Nya.
Karena itu, janganlah takut menjawab panggilan Tuhan. Kita tidak harus menunggu sampai sempurna untuk mulai melayani. Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang rendah hati, mau dibentuk, dan setia menjalankan tugas yang dipercayakan kepada kita.
Pesan untuk Kita
Saudara-saudari terkasih, Tuhan memanggil setiap orang dengan cara dan perutusan yang berbeda. Jangan membandingkan panggilan kita dengan orang lain, dan jangan pula menyerah ketika pelayanan terasa berat.
Marilah kita belajar dari para rasul dan Santa Faustina untuk menjawab panggilan Tuhan dengan iman, kerendahan hati, dan kesetiaan.
Semoga melalui hidup kita, semakin banyak orang mengalami kasih dan kerahiman Tuhan. Sebab, panggilan kita bukan hanya untuk mengikuti Yesus, tetapi juga untuk menghadirkan kasih-Nya di mana pun kita berada.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang penuh kerahiman, terima kasih karena Engkau memanggil kami untuk mengambil bagian dalam karya kasih-Mu. Ampunilah kami ketika kami merasa tidak mampu, takut menghadapi kesulitan, atau mencari pujian dalam pelayanan kami.
Anugerahkanlah kepada kami hati yang rendah hati, iman yang teguh, dan kesetiaan untuk menjalankan setiap tugas yang Engkau percayakan. Semoga melalui perkataan, perbuatan, dan seluruh hidup kami, semakin banyak orang mengenal dan mengalami kerahiman-Mu.
Yesus, Engkau Andalanku! Santa Faustina, doakanlah kami agar kami semakin percaya kepada Yesus dan setia menjadi saksi kerahiman-Nya.
Amin.
