Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 26 Oktober 2026

JANGAN BIARKAN SESAMAMU TETAP MEMBUNGKUK DALAM PENDERITAAN

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

JANGAN BIARKAN SESAMAMU TETAP MEMBUNGKUK DALAM PENDERITAAN
“Perempuan, engkau telah dibebaskan dari penyakitmu.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu dan memuliakan Allah.”Lukas 13 : 12–13 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Kapan saja dan di mana saja, engkau harus mengamalkan belas kasihan kepada sesama. Engkau tidak boleh menghindarinya atau berusaha mencari-cari dalih untuk membebaskan diri darinya.” .......“Dengan sarana-sarana ini, suatu jiwa memuji dan menghormati kerahiman-Ku. [...] bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan.”

Buku Harian Santa Faustina 742

Salam Kerahiman🙏

Dalam Injil hari ini, kita melihat seorang perempuan yang telah delapan belas tahun hidup dalam keadaan membungkuk. Bayangkan betapa berat penderitaannya, bukan hanya secara fisik, tetapi mungkin juga secara batin. Namun, ketika orang lain hanya mempersoalkan aturan, Yesus melihat seorang manusia yang membutuhkan pertolongan.

Yesus tidak berpaling. Ia memanggil perempuan itu, menjamahnya, dan memulihkannya. Bagi Yesus, penderitaan manusia bukan sesuatu yang boleh diabaikan.

Saudara-saudari, bukankah dalam kehidupan kita pun ada banyak orang yang sedang membungkuk di bawah beban penderitaan? Ada yang terluka karena masalah keluarga, berjuang melawan penyakit, merasa kesepian, atau menyimpan air mata di balik senyuman.

Mungkin mereka tidak membutuhkan banyak nasihat. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan, menguatkan, dan menemani mereka melewati masa sulit.

Melalui BHSF 742, Yesus mengingatkan kita bahwa kerahiman harus diwujudkan melalui perbuatan, perkataan, dan doa. Jangan sampai kita rajin berdoa dan aktif dalam kegiatan rohani, tetapi menutup mata terhadap penderitaan orang-orang di sekitar kita.

Sebab, menghormati Kerahiman Ilahi bukan hanya berarti berdoa kepada Yesus yang Maharahim, tetapi juga menjadi saluran kerahiman-Nya bagi sesama.

Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan semua persoalan orang lain. Namun, kita selalu dapat melakukan sesuatu: memberikan pertolongan, mengucapkan kata-kata yang menguatkan, menyediakan waktu untuk mendengarkan, atau mendoakan mereka dengan tulus.

Jangan biarkan seseorang semakin terpuruk hanya karena kita memilih untuk tidak peduli. Jadilah seperti Yesus yang hadir, melihat penderitaan, dan mengambil tindakan kasih.

Pesan untuk kita

Sahabat-sahabat terkasih, Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah kehadiran kita sudah membantu sesama berdiri kembali, atau justru membuat mereka semakin terluka?

Jangan menunggu sampai kita mampu melakukan sesuatu yang besar. Mulailah dari hal-hal sederhana: sapaan yang tulus, pengampunan, perhatian, uluran tangan, dan doa.

Kita tidak harus menghilangkan seluruh penderitaan seseorang untuk menjadi pembawa kerahiman. Terkadang, cukup dengan hadir dan mengasihi, kita telah membantu seseorang menemukan kembali harapannya.

Jadilah kehadiran yang membawa kasih Kristus. Ulurkan tangan kepada yang terjatuh, kuatkan yang lemah, dan hiburlah yang berduka.

Sebab melalui kasih yang kita wujudkan, sesama dapat merasakan bahwa Yesus sungguh hadir dan tidak pernah meninggalkan mereka.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim,

Terima kasih karena Engkau selalu melihat penderitaan kami dan tidak pernah berpaling dari kelemahan kami.

Ampunilah kami jika selama ini kami lebih sibuk dengan diri sendiri, lebih mudah menghakimi daripada memahami, dan lebih sering berbicara tentang kasih daripada melakukannya.

Lembutkanlah hati kami agar mampu melihat penderitaan sesama. Ajarlah kami menghadirkan kerahiman melalui perbuatan, perkataan, dan doa.

Semoga melalui kehadiran kami, mereka yang terluka memperoleh penghiburan, mereka yang putus asa menemukan harapan, dan mereka yang terpuruk memperoleh kekuatan untuk berdiri kembali.

Yesus, Engkau Andalanku. Semoga hidup kami menjadi saluran kasih dan kerahiman-Mu bagi setiap orang yang kami jumpai.

Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.