Minggu, 25 Oktober 2026
Kasih yang Nyata dalam Perbuatan Belas Kasih
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. [...] Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”Matius 22:37–39 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan.”
Buku Harian Santa Faustina 742
Salam Kerahiman🙏
Sahabat-sahabat terkasih, Yesus mengajarkan bahwa seluruh hukum Taurat berpuncak pada kasih kepada Allah dan sesama. Namun, kasih bukan sekadar kata-kata, melainkan sesuatu yang harus kita hidupi dan nyatakan melalui tindakan nyata.
Melalui Santa Faustina, Yesus mengingatkan kita bahwa belas kasih dapat diwujudkan dalam tiga cara: melalui perbuatan, perkataan, dan doa.
Melalui perbuatan, kita menolong mereka yang membutuhkan. Melalui perkataan, kita menghibur mereka yang terluka dan menguatkan mereka yang putus asa. Melalui doa, kita membawa jiwa-jiwa yang menderita ke hadapan Tuhan, terutama ketika kita tidak mampu menolong mereka secara langsung.
Tetapi, bukankah terkadang kita lebih mudah berdoa daripada mengampuni? Lebih mudah berbicara tentang kasih daripada menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain? Bahkan, kita mungkin rajin berdevosi, tetapi masih menutup hati terhadap orang yang membutuhkan perhatian kita.
Hari ini, Yesus mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri: Sudahkah kasihku kepada Allah sungguh dirasakan oleh sesamaku?
Kita tidak harus melakukan perkara besar. Sebuah senyuman, kesediaan mendengarkan, kata-kata yang menguatkan, pengampunan yang tulus, atau doa bagi seseorang yang menyakiti hati kita dapat menjadi jalan bagi kerahiman Allah untuk hadir.
Sebab, kasih kepada Allah menjadi nyata ketika kita bersedia mengasihi sesama, bahkan ketika kasih itu menuntut pengorbanan dari diri kita.
Marilah kita tidak hanya menjadi orang yang percaya akan kerahiman Tuhan, tetapi juga menjadi saluran kerahiman-Nya bagi setiap orang yang kita jumpai.
Pesan untuk Kita
Kasihilah Allah melalui doa dan kesetiaan kita kepada-Nya.
Wujudkan kasih melalui perbuatan, perkataan, dan doa bagi sesama.
Jangan mencari alasan untuk menghindari kesempatan berbuat baik.
Jadilah pribadi yang menghadirkan kerahiman Yesus, bahkan kepada mereka yang sulit kita kasihi.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk mengasihi-Mu dengan segenap hati dan mengasihi sesama dengan tulus. Bukalah hati kami agar peka terhadap penderitaan orang lain. Mampukan kami mewujudkan belas kasih melalui perbuatan, perkataan, dan doa, bahkan ketika hal itu tidak mudah kami lakukan. Semoga hidup kami menjadi tanda nyata kerahiman-Mu bagi dunia. Santa Faustina doakanlah kami.
Amin.
