Sabtu, 24 Oktober 2026
Masa Kerahiman: Kesempatan untuk Berbuah
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya.”Lukas 13:8 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Aku memiliki kesempatan yang tak terbatas untuk menghukum [orang-orang itu]; karena itu, Aku memperpanjang masa kerahiman bagi mereka.”
Buku Harian Santa Faustina 1160
Salam Kerahiman🙏
Sahabat-sahabat terkasih, pernahkah kita menyadari betapa sabarnya Tuhan menghadapi kelemahan dan dosa kita? Berkali-kali kita berjanji untuk berubah, tetapi tanpa sadar kembali jatuh dalam kesalahan yang sama. Namun, Tuhan tidak berhenti memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali kepada-Nya.
Dalam perumpamaan pohon ara, pengurus kebun memohon agar pohon itu diberi waktu dan dirawat, dengan harapan ia menghasilkan buah. Demikian pula, Tuhan memperpanjang masa kerahiman-Nya agar kita memiliki kesempatan untuk bertobat dan memperbarui hidup.
Namun, kesempatan bukan berarti kita boleh terus menunda pertobatan. Kerahiman Tuhan bukanlah izin untuk tetap hidup dalam dosa, melainkan undangan untuk bangkit dan berubah.
Melalui BHSF 1160, Yesus juga mengingatkan Santa Faustina agar tidak hanya mewartakan kerahiman-Nya, tetapi memohonkan rahmat bagi orang-orang berdosa.
Bukankah ini juga panggilan kita sebagai devosan Kerahiman Ilahi? Kita dipanggil untuk mendoakan mereka yang belum mengenal kasih Tuhan, bukan menghakimi mereka; membantu mereka kembali kepada-Nya, bukan menjauhkan mereka.
Sebab, hidup kita bukan hanya tentang berapa lama Tuhan memberikan kesempatan, tetapi juga tentang buah apa yang kita hasilkan dari kesempatan itu.
Pesan untuk Kita
Jangan sia-siakan masa kerahiman yang Tuhan berikan. Mari bertobat selagi masih ada kesempatan, memperbaiki diri, mengampuni sesama, dan menghasilkan buah kasih melalui tindakan nyata.
Jangan lupa mendoakan mereka yang masih jauh dari Tuhan. Semoga melalui doa dan kesaksian hidup kita, semakin banyak jiwa mengalami kerahiman-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, sumber Kerahiman Ilahi, terima kasih karena Engkau tidak pernah lelah memberikan kesempatan kepada kami untuk bertobat. Ampunilah kami yang sering mengulangi kesalahan yang sama. Lembutkanlah hati kami agar berani berubah dan menghasilkan buah kasih yang berkenan kepada-Mu.
Ajarlah kami untuk tidak menghakimi mereka yang berdosa, tetapi dengan setia mendoakan dan menuntun mereka kembali kepada-Mu. Yesus, semoga hidup kami menjadi kesaksian nyata tentang kerahiman-Mu, sehingga semakin banyak jiwa menemukan jalan menuju keselamatan. Yesus, Engkau Andalanku. Santa Faustina doakanlah kami.
Amin.
