Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Jumat, 23 Oktober 2026

Mukjizat di Sidang Kerahiman

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Mukjizat di Sidang Kerahiman
“Mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? ... Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, usahakanlah berdamai dengan dia selama di tengah jalan itu, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim...”Lukas 12:56, 58 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Tunjukkanlah kepada jiwa-jiwa di mana mereka harus mencari penghiburan; yakni dalam Sidang Kerahiman (Sakramen Rekonsiliasi). Di sana mukjizat yang terbesar terjadi... Meskipun suatu jiwa tampaknya sudah seperti mayat yang membusuk... Mukjizat Kerahiman Ilahi sepenuhnya memulihkan jiwa itu. Oh, betapa memprihatinkan mereka yang tidak memanfaatkan mukjizat kerahiman Allah ini! Kalian akan berteriak dengan sia-sia, tetapi semua itu sudah terlambat.”

Buku Harian Santa Faustina 1448

Salam Kerahiman🙏 Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Tuhan

Kita sering kali sangat peka membaca tanda-tanda di sekitar kita—mulai dari memprediksi cuaca, membaca tren ekonomi, hingga menebak arah berita. Namun, Yesus menyadarkan kita akan satu kebutaan rohani: mengapa kita begitu pandai membaca hal-hal duniawi, tetapi gagal menyadari bahwa waktu hidup kita saat ini adalah masa rahmat yang terbatas? ​

Dalam Injil, Yesus mengibaratkan hidup kita seperti perjalanan menuju ruang pengadilan. Selagi masih "di tengah jalan"—artinya selagi kita masih bernapas di dunia ini—kita didesak untuk segera berdamai. Jika kita menunda sampai perjalanan berakhir dan tiba di hadapan Hakim yang adil, pintu negosiasi sudah tertutup rapat. Kita harus menanggung seluruh "utang" dosa kita sampai tuntas. ​

Lalu, bagaimana cara kita berdamai selagi masih di tengah jalan? Lewat Santa Faustina, Yesus memberikan jawaban yang sangat nyata: datanglah ke Sidang Kerahiman, yaitu Sakramen Rekonsiliasi (Pengakuan Dosa). ​

Daripada menunggu dihakimi kelak di pengadilan keadilan yang tegas, Tuhan mengundang kita masuk ke "pengadilan kerahiman-Nya" hari ini. Di kamar pengakuan dosa, kita tidak dijatuhi hukuman penjara, melainkan dibebaskan. Kita tidak dituntut membayar utang dosa yang mustahil kita lunasi sendiri, karena Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus telah melunasinya bagi kita. Bahkan, seandainya jiwa kita sudah terasa hancur dan tak punya harapan—seperti "mayat yang membusuk" dalam pandangan manusia—kasih Tuhan sanggup menghidupkannya kembali secara utuh. ​

Pesan untuk Kita

• ​Jangan menunda pertobatan: Hari ini adalah "Waktu Kerahiman" kita. Jangan menunggu sampai segalanya terlambat, saat pintu kerahiman berganti menjadi pintu keadilan.

• ​Kalahkan rasa malu dan takut: Untuk mengalami mukjizat pemulihan terbesar, Tuhan tidak meminta kita menempuh syarat yang berat. Cukup datang dengan rendah hati ke kamar pengakuan dosa, buka segala kerapuhan kita di hadapan imam-Nya, dan biarkan Kerahiman Ilahi bekerja.

• ​Berdamai dengan sesama: Rekonsiliasi dengan Tuhan juga memanggil kita untuk melepaskan pengampunan bagi sesama selagi kita masih berjalan bersama mereka di dunia ini.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, bukalah mata hati kami agar peka membaca tanda-tanda zaman dan menyadari betapa berharganya waktu yang Engkau berikan hari ini. Jauhkanlah kami dari sikap menunda-nunda pertobatan dan mengeraskan hati. Berilah kami kerendahan hati dan keberanian untuk selalu datang ke Sidang Kerahiman-Mu dalam Sakramen Tobat. Basuhlah segala kepapaan kami, pulihkanlah jiwa kami dengan kasih-Mu yang tak terbatas, agar kelak ketika perjalanan hidup kami berakhir, kami siap menyambut-Mu dengan hati yang damai dan murni.

Yesus, Engkau andalanku. Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.