Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Kamis, 22 Oktober 2026

NYALA API KERAHIMAN YANG MEMBAWA DAMAI SEJATI

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

NYALA API KERAHIMAN YANG MEMBAWA DAMAI SEJATI
“Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapa Aku harapkan, api itu telah menyala! ... Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, melainkan pertentangan.”Lukas 12:49, 51 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Api kerahiman berkobar-kobar di dalam diri-Ku. Aku ingin menumpahkannya ke atas jiwa-jiwa manusia. Oh, betapa pedihnya penderitaan yang mereka timpakan pada-Ku apabila mereka tidak mau menerimanya! ... Katakan kepada umat manusia yang sedang sakit ini supaya mereka mendekatkan diri kepada Hati-Ku yang Maharahim, dan Aku akan memenuhinya dengan damai. ... Apabila jiwa menghampiri Aku dengan penuh pengharapan, Aku akan memenuhinya dengan rahmat yang sedemikian melimpah sampai ia tidak mampu menampungnya di dalam dirinya sendiri, dan akan meluapkannya kepada jiwa-jiwa yang lain.”

Buku Harian Santa Faustina 1074

Salam Kerahiman🙏

Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah.

​Sering kali kita terkejut membaca sabda Yesus dalam Injil hari ini. Bukankah Yesus adalah Raja Damai? Mengapa Ia justru berkata datang untuk melemparkan api dan membawa pertentangan? ​ Jawabannya tersingkap dengan begitu indah dan menyentuh di dalam Buku Harian Santa Faustina nomor 1074. "Api" yang ingin dilemparkan Yesus ke bumi bukanlah api kemarahan yang menghancurkan, melainkan Api Kerahiman dan Kasih-Nya yang berkobar-kobar di dalam Hati-Nya. Yesus sangat merindukan api kasih itu menyala di setiap hati manusia untuk membakar habis keegoisan, dosa, dan rasa putus asa kita. ​ Lalu, mengapa ada pertentangan? Karena kehadiran kasih Tuhan tidak pernah memberi ruang bagi sikap suam-suam kuku. Yesus datang bukan untuk memberi "damai semu"—yaitu rasa nyaman saat kita berkompromi dengan dosa atau sekadar ikut arus dunia. Memilih jalan Tuhan, memilih kejujuran, pengampunan, dan kasih, sering kali membuat kita terlihat "berbeda". Pilihan ini tidak jarang menimbulkan gesekan, kesalahpahaman, atau penolakan, bahkan dari lingkungan dan orang-orang terdekat kita. ​ Namun, di tengah kelelahan dan luka batin yang mungkin kita alami saat memilih jalan kebenaran, Yesus memberikan janji yang luar biasa kepada Santa Faustina. Hati-Nya yang Maharahim adalah tempat perteduhan bagi manusia yang sedang "sakit" dan terluka oleh beban hidup. Damai sejati bukanlah ketiadaan masalah dengan dunia, melainkan ketenangan batin saat kita mendekap erat Hati Yesus di tengah badai pertentangan. ​ Pesan untuk Kita

1. ​Jadilah Tempat Peristirahatan bagi Hati Yesus: Dalam BHSF 1074, Yesus merasakan kepedihan yang mendalam ketika kasih-Nya ditolak oleh dunia. Mari jadikan hati kita sebagai tempat di mana Yesus bisa "beristirahat"—dengan cara membuka hati dan percaya penuh pada Kerahiman-Nya di setiap situasi hidup kita.

2. ​Jangan Takut Berbeda demi Kebenaran: Jika hari ini Anda mengalami pertentangan atau disalahpahami karena memilih melakukan yang benar di mata Tuhan, jangan berkecil hati. Anda tidak kehilangan damai; Anda justru sedang menjaga kemurnian Api Kristus di dalam diri Anda.

3. ​Biarkan Rahmat Tuhan Meluap lewat Hidup Kita: Jangan berhenti pada diri sendiri. Ketika kita datang pada Yesus dengan penuh pengharapan, Ia berjanji akan memenuhi kita dengan rahmat yang melimpah ruah hingga meluap kepada orang lain. Lakukan saja bagian kecil kita untuk membagikan kebaikan hari ini, karena seperti janji-Nya: "Lakukanlah apa saja yang dapat engkau lakukan... Aku akan menggenapi apa yang tidak dapat engkau lakukan." ​

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih atas Api Kerahiman-Mu yang tak pernah padam bagi kami. Ampunilah kami jika selama ini kami lebih sering memilih kenyamanan duniawi daripada berdiri teguh di dalam kebenaran-Mu. Hari ini, kami membuka hati kami lebar-lebar: curahkanlah Api Kasih-Mu ke dalam jiwa kami. Sembuhkanlah hati kami yang terluka dan penuhi kami dengan damai-Mu yang sejati. Kuatkanlah kami saat harus menghadapi pertentangan demi nama-Mu, dan mampukanlah kami menjadi saluran rahmat yang meluapkan kasih serta kerahiman-Mu kepada sesama di sekitar kami.

​Yesus, Engkau andalanku! Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.