Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Rabu, 21 Oktober 2026

"Dipercaya untuk Mengasihi, Dipanggil untuk Setia”

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

"Dipercaya untuk Mengasihi, Dipanggil untuk Setia”
“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut.”Lukas 12:48 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Kalau sekarang engkau tinggal diam, pada hari yang mengerikan itu engkau harus mempertanggungjawabkan keselamatan sejumlah besar jiwa. Jangan takut. Setialah sampai akhir. Aku simpati denganmu.”

Buku Harian Santa Faustina 635

Salam Kerahiman🙏

Sahabat-sahabat terkasih dalam Kerahiman Tuhan,

Pernahkah kita menyadari bahwa setiap kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita sesungguhnya adalah sebuah panggilan untuk melayani?

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga dan setia menjalankan tugas yang dipercayakan kepada kita. Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita kerjakan, tetapi juga kesungguhan hati kita dalam melaksanakannya.

Melalui BHSF 635, Santa Faustina menerima tugas untuk mewartakan kerahiman Allah kepada dunia. Tugas itu bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan setia.

Demikian pula dengan kita. Dalam keluarga, komunitas, maupun pelayanan Gereja, Tuhan mempercayakan sesuatu kepada setiap orang. Mungkin kita dipanggil untuk melayani, menguatkan yang lemah, mengampuni yang bersalah, atau mendoakan mereka yang mulai menjauh dari Tuhan.

Namun, terkadang kita menunda, merasa tidak mampu, atau berpikir bahwa tugas kita terlalu kecil untuk berarti bagi orang lain. Padahal, melalui kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, kasih dan kerahiman Tuhan dapat menjangkau banyak jiwa.

Kita juga perlu menyadari bahwa masa kerahiman adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk bertobat, memperbaiki diri, dan kembali kepada-Nya. Jangan sampai kita begitu sibuk mengurus kehidupan orang lain, tetapi lupa membenahi hati sendiri.

Berjaga-jaga bukan berarti hidup dalam ketakutan akan penghakiman, melainkan hidup dalam kesiapan untuk berjumpa dengan Tuhan.

Kita mempersiapkan diri bukan hanya melalui doa, tetapi juga melalui kasih yang nyata, pelayanan yang tulus, dan kesetiaan dalam menjalankan kehendak-Nya.

Sebab, pada akhirnya, setiap kepercayaan yang Tuhan berikan akan menjadi tanggung jawab yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Pesan untuk Kita

Jangan menunda berbuat baik, jangan lelah melayani, dan jangan takut mewartakan kerahiman Tuhan. Mulailah dari hal-hal sederhana yang ada di hadapan kita hari ini. Kesetiaan kita hari ini adalah bagian dari persiapan kita untuk berjumpa dengan Tuhan kelak.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang Engkau berikan kepada kami. Ampunilah kami ketika kami lalai, menunda kebaikan, dan kurang setia dalam menjalankan tugas kami.

Bimbinglah kami agar selalu siap menyambut kedatangan-Mu dengan hati yang bersih, penuh kasih, dan setia sampai akhir. Jadikanlah hidup kami sarana untuk mewartakan kerahiman-Mu dan membawa sesama semakin dekat kepada-Mu. Yesus, Engkau Andalanku. Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.