Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 19 Oktober 2026

Kaya dalam Kerahiman

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Kaya dalam Kerahiman
“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”Lukas 12:21 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Kalau, dengan satu dan lain cara, suatu jiwa tidak mengamalkan belas kasihan, pada hari penghakiman ia tidak akan memperoleh kerahiman-Ku.”

Buku Harian Santa Faustina 1317

Salam Kerahiman🙏 Sahabat-sahabat Kerahiman terkasih

Dalam Injil hari ini, Yesus mengisahkan seorang kaya yang sibuk mengumpulkan harta dan merencanakan masa depannya. Ia merasa aman karena memiliki banyak kekayaan, tetapi ia lupa bahwa hidupnya berada di tangan Allah. Ia kaya dalam harta duniawi, tetapi belum tentu kaya di hadapan Allah.

Melalui BHSF 1317, Yesus mengingatkan Santa Faustina bahwa kekayaan sejati tidak hanya diperoleh dengan memiliki banyak harta, tetapi dengan mengamalkan kerahiman. Bahkan, kita tidak harus memiliki uang berlimpah untuk berbuat baik. Kita dapat menghibur orang yang berduka, mengampuni mereka yang menyakiti kita, mendoakan orang yang menderita, atau memberikan perhatian kepada mereka yang kesepian.

Terkadang, kita berpikir bahwa untuk membantu sesama, kita harus memiliki sesuatu yang besar. Padahal, senyuman yang tulus, telinga yang mau mendengarkan, perkataan yang menguatkan, dan hati yang bersedia mengampuni pun dapat menjadi wujud kerahiman Allah.

Harta duniawi akan kita tinggalkan, tetapi kasih yang kita bagikan menjadi kesaksian tentang iman kita kepada Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk memperbesar lumbung kehidupan kita, tetapi luaskanlah hati kita agar semakin banyak orang mengalami kasih dan kerahiman Tuhan melalui diri kita.

Pesan untuk Kita

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah selama ini aku lebih sibuk mengumpulkan harta untuk diriku sendiri, atau mengumpulkan harta surgawi melalui kasih dan kerahiman?

Jangan menunggu sampai kita berkelimpahan untuk berbuat baik. Mulailah dari hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan hari ini.

Jadilah kaya bukan hanya dalam kepemilikan, tetapi juga dalam kerahiman. Sebab, hati yang penuh kasih adalah lumbung harta yang berkenan di hadapan Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk tidak melekat pada harta duniawi, tetapi memperkaya hati kami dengan kasih dan kerahiman-Mu. Bukalah mata kami agar mampu melihat penderitaan sesama, bukalah hati kami agar rela berbagi, dan mampukanlah kami mengampuni dengan tulus. Semoga hidup kami menjadi saluran kerahiman-Mu bagi banyak orang, sehingga kelak kami didapati kaya dalam kasih di hadapan-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.