Minggu, 18 Oktober 2026
Seluruh Hidupku Milik Allah
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”Matius 22:21 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Putriku, ketahuilah bahwa engkau memberikan kepada-Ku kemuliaan yang lebih besar dengan satu tindakan ketaatan daripada dengan doa-doa dan mati raga yang panjang”
Buku Harian Santa Faustina 894
Salam Kerahiman
Sahabat-sahabat terkasih, Yesus mengajak kita memberikan kepada Allah apa yang menjadi milik-Nya. Namun, apakah kita sungguh telah memberikan seluruh hidup kita kepada Allah, atau kita hanya memberikan waktu dan tenaga ketika kita merasa nyaman?
Santa Faustina memberikan teladan yang indah. Ia sangat ingin mengikuti Misa Kudus, tetapi karena kondisi kesehatannya, ia diminta untuk beristirahat. Meskipun sedih, ia memilih untuk taat. Melalui pengalaman itu, Yesus mengajarkan bahwa satu tindakan ketaatan dapat memberikan kemuliaan yang lebih besar kepada Allah daripada doa-doa dan mati raga yang panjang.
Sering kali, kita berpikir bahwa menyenangkan hati Allah berarti melakukan banyak kegiatan rohani, rajin berdoa, atau aktif dalam pelayanan. Semua itu baik dan berharga. Namun, Allah juga menghendaki hati yang bersedia melakukan kehendak-Nya, sekalipun tidak sesuai dengan keinginan kita sendiri.
Terkadang, kehendak Allah hadir melalui hal-hal sederhana: menerima keterbatasan diri, menjalankan tanggung jawab dengan jujur, mengalah demi kebaikan bersama, atau tetap mengasihi ketika kita tidak dihargai.
Memberikan kepada Allah apa yang menjadi milik-Nya berarti menyerahkan hati, kehendak, dan seluruh hidup kita agar selaras dengan kehendak-Nya.
Pesan untuk Kita
Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku sungguh memberikan hidupku kepada Allah, atau aku hanya ingin Allah mengikuti keinginanku?
Jangan hanya memberikan kepada Allah apa yang mudah dan menyenangkan. Belajarlah juga untuk taat ketika harus berkorban, tetap setia ketika mengalami kesulitan, dan percaya ketika kita belum memahami jalan-Nya.
Sebab, yang paling berkenan kepada Allah bukanlah sekadar banyaknya hal yang kita lakukan bagi-Nya, melainkan kasih dan ketaatan yang mendasari setiap tindakan kita.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk memberikan seluruh hidup kami kepada-Mu. Lembutkan hati kami agar kami mampu menerima kehendak-Mu, bahkan ketika kehendak itu berbeda dari keinginan kami. Semoga setiap doa, pelayanan, pekerjaan, dan pengorbanan kami menjadi ungkapan kasih dan ketaatan kepada-Mu. Jadikanlah hidup kami sarana untuk memuliakan nama-Mu. Santa Faustina doakanlah kami.
Amin.
