Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Jumat, 16 Oktober 2026

KASIH MENGALAHKAN KETAKUTAN

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

KASIH MENGALAHKAN KETAKUTAN
“Janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.”Lukas. 12:7 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Kasih mengenyahkan ketakutan dari dalam jiwa. Sejak aku mulai mengasihi Allah dengan seluruh hidupku dan dengan segenap kekuatan hatiku, ketakutan telah meninggalkan aku.”

Buku Harian Santa Faustina 589

Salam Kerahiman🙏

Sahabat-sahabat terkasih, Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita agar waspada terhadap kemunafikan dan tidak takut kepada manusia. Sering kali, kita lebih takut terhadap penilaian orang daripada kehilangan ketulusan hati di hadapan Tuhan. Kita takut disalahpahami, ditolak, atau dianggap tidak baik, sehingga terkadang kita memilih diam ketika harus membela kebenaran, atau berbuat baik hanya agar mendapat pengakuan.

Melalui pengalaman rohaninya, Santa Faustina mengajarkan bahwa kasih kepada Allah dapat mengenyahkan ketakutan. Ketika kita sungguh mengasihi Tuhan, kita tidak lagi menjadikan pujian manusia sebagai tujuan utama. Kita belajar melakukan yang benar bukan karena takut dihukum atau ingin dipandang baik, melainkan karena hati kita ingin menyenangkan Allah.

Yesus juga mengingatkan bahwa kita sangat berharga di mata Bapa. Jika burung pipit saja tidak dilupakan-Nya, terlebih lagi kita, anak-anak yang dikasihi-Nya. Allah mengetahui pergumulan, air mata, niat baik, bahkan perjuangan kita yang tidak dilihat orang lain.

Karena itu, kita tidak perlu terus-menerus menyembunyikan kelemahan di balik penampilan yang seolah-olah sempurna. Tuhan menghendaki hati yang jujur, rendah hati, dan mau terus diperbarui oleh kasih-Nya.

Mengasihi Allah bukan berarti kita tidak pernah merasa takut. Namun, kasih menolong kita untuk tidak dikuasai oleh ketakutan. Kita tetap berani melangkah, tetap melakukan kebaikan, dan tetap setia meskipun tidak mendapat pujian atau bahkan disalahpahami.

Seperti Santa Faustina, marilah kita belajar menyerahkan diri kepada kehendak Allah dengan penuh kepercayaan. Sebab ketika kasih menjadi dasar hidup kita, ketakutan tidak lagi menguasai hati, dan damai Tuhan menuntun langkah kita.

Pesan untuk Kita

Jangan biarkan ketakutan terhadap penilaian manusia membuat kita kehilangan ketulusan hati. Lakukanlah kebaikan bukan demi pujian, tetapi karena kasih kepada Allah. Beranilah berkata benar, mengampuni, melayani, dan tetap berbuat baik meskipun tidak selalu dihargai.

Ingatlah, sahabat-sahabat terkasih, kita tidak harus terlihat sempurna di hadapan manusia. Kita dipanggil untuk semakin tulus di hadapan Allah.

Ketika kasih kepada Allah memenuhi hati, kita tidak lagi hidup demi menyenangkan semua orang, melainkan belajar setia melakukan kehendak-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih, ajarilah kami untuk mengasihi-Mu dengan segenap hati. Bebaskanlah kami dari ketakutan terhadap penilaian manusia yang sering membuat kami kehilangan ketulusan. Berilah kami keberanian untuk melakukan kebenaran, kerendahan hati untuk mengakui kelemahan, dan kepercayaan untuk menyerahkan hidup kami ke dalam kehendak-Mu.

Semoga kasih-Mu senantiasa menguatkan kami, sehingga dalam setiap perkataan, perbuatan, dan pelayanan, kami semakin memancarkan kasih dan kerahiman-Mu.

Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.