Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Rabu, 14 Oktober 2026

JANGAN HANYA TAMPAK SALEH, HIDUPLAH DALAM KETULUSAN HATI

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

JANGAN HANYA TAMPAK SALEH, HIDUPLAH DALAM KETULUSAN HATI
“Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”Lukas 11:42 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Aku paling menderita kalau menjumpai kemunafikan. Kini aku tahu, o Juru Selamatku, mengapa Engkau mencela orang-orang Farisi dengan sedemikian keras karena kemunafikan mereka. Tetapi, ketika orang-orang berdosa yang keras hati menghampiri Engkau dengan penuh sesal, dengan lebih murah hati Engkau menyatukan diri dengan mereka.”

Buku Harian Santa Faustina 1579

Salam Kerahiman🙏

Sahabat-sahabat terkasih dalam Kristus, Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat karena mereka begitu teliti menjalankan aturan agama, tetapi mengabaikan keadilan dan kasih kepada Allah. Mereka tampak saleh di hadapan manusia, tetapi kehidupan mereka tidak mencerminkan kasih yang dikehendaki Allah.

Melalui BHSF 1579, Santa Faustina mengungkapkan kesedihan Yesus terhadap kemunafikan. Sebaliknya, Yesus menyambut orang berdosa yang datang dengan hati penuh penyesalan. Mengapa? Karena Tuhan tidak mencari manusia yang sekadar tampak sempurna, melainkan manusia yang mau mengakui kesalahannya dan membuka hati untuk diubah oleh kasih-Nya.

Sahabat-sahabat terkasih,

Tanpa kita sadari, sikap orang Farisi itu bisa juga muncul dalam kehidupan kita. Kita rajin berdoa, aktif dalam pelayanan, setia mengikuti Misa, bahkan sering berbicara tentang Tuhan. Namun, bagaimana sikap kita ketika berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat? Apakah kita mudah menghakimi, merendahkan, menyimpan kebencian, atau merasa diri lebih baik daripada orang lain?

Kita bisa terlihat begitu saleh di luar, tetapi masih sulit mengampuni di dalam hati. Kita bisa berbicara tentang kasih, tetapi melukai orang lain melalui perkataan kita. Kita bisa sibuk melayani Tuhan, tetapi mengabaikan orang yang membutuhkan perhatian di sekitar kita.

Yesus mengajak kita untuk berani melihat ke dalam hati sendiri. Bukan untuk membuat kita putus asa karena kelemahan kita, melainkan agar kita mau datang kepada-Nya dengan jujur dan rendah hati.

Perhatikanlah betapa indahnya kerahiman Tuhan: orang berdosa yang datang dengan sungguh-sungguh menyesali kesalahannya tidak ditolak oleh Yesus. Justru ketika kita berani mengakui dosa dan kelemahan, kita membuka pintu bagi rahmat-Nya untuk bekerja dalam diri kita.

Karena itu, janganlah kita menghabiskan waktu untuk membangun citra diri yang tampak sempurna di hadapan manusia. Lebih baik kita belajar menjadi pribadi yang tulus di hadapan Tuhan: berani mengakui kesalahan, mau memperbaiki diri, bersedia meminta maaf, dan rela mengampuni sesama.

Sebab kesalehan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak kita berdoa atau seberapa aktif kita melayani, melainkan juga tentang apakah hati kita semakin menyerupai hati Yesus yang penuh kasih dan kerahiman.

Pesan untuk Kita

Sahabat-sahabat terkasih,

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah hidupku sudah mencerminkan kasih yang kuucapkan dalam doa-doaku?

Jangan takut mengakui kelemahan dan dosa kita di hadapan Tuhan. Datanglah kepada-Nya dengan hati yang tulus dan penuh penyesalan. Jangan pula mudah menghakimi orang lain, sebab kita semua membutuhkan kerahiman Tuhan.

Lebih baik datang kepada Tuhan dengan hati yang mengakui dosa daripada berdiri di hadapan-Nya dengan kesalehan yang hanya menjadi penampilan.

Marilah kita memohon rahmat agar iman kita tidak berhenti pada kata-kata dan tindakan lahiriah, tetapi sungguh mengubah hati kita menjadi semakin rendah hati, penuh kasih, dan murah hati terhadap sesama.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kerahiman, ampunilah kami apabila selama ini kami lebih sibuk terlihat baik di hadapan manusia daripada sungguh-sungguh memperbaiki hati kami di hadapan-Mu.

Bebaskanlah kami dari kesombongan rohani, sikap munafik, dan kecenderungan untuk menghakimi sesama. Berilah kami keberanian untuk mengakui kesalahan, kerendahan hati untuk bertobat, dan ketulusan untuk memperbaiki hidup kami.

Semoga doa-doa kami menghasilkan kasih, pelayanan kami memancarkan kerendahan hati, dan perkataan kami membawa penghiburan, bukan luka bagi sesama.

Tuhan Yesus, jangan biarkan kami menjauh dari-Mu karena dosa dan kelemahan kami. Tariklah kami kembali kepada hati-Mu yang penuh kerahiman, agar kami semakin mampu mengasihi sebagaimana Engkau telah mengasihi kami.

Yesus, Engkau Andalanku. Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.