Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 12 Oktober 2026

Jangan Menunda Pertobatan, Tuhan Masih Memberi Kesempatan

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Jangan Menunda Pertobatan, Tuhan Masih Memberi Kesempatan
“Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus.”Lukas 11:29 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Aku memiliki kesempatan yang tak terbatas untuk menghukum [orang-orang itu]; karena itu, Aku memperpanjang masa kerahiman bagi mereka. Tetapi, celakalah mereka kalau mereka tidak menyadari masa kunjungan-Ku ini.”

Buku Harian Santa Faustina 1160

Salam Kerahiman🙏

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan,

Pernahkah kita meminta tanda kepada Tuhan ketika menghadapi kesulitan? Kita berdoa memohon pertolongan, berharap Tuhan segera menjawab, dan ingin melihat bukti bahwa Dia sungguh hadir dalam hidup kita.

Namun, ketika pertolongan belum datang seperti yang kita harapkan, kita mulai bertanya-tanya: Apakah Tuhan mendengar doa kita? Apakah Tuhan sungguh peduli kepada kita?

Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang meminta tanda. Padahal, mereka sedang berhadapan dengan Yesus sendiri, Sang Putra Allah. Mereka mendengar pengajaran-Nya dan menyaksikan karya-Nya, tetapi belum sungguh-sungguh membuka hati untuk percaya dan bertobat.

Yesus kemudian mengingatkan mereka akan penduduk Niniwe yang bertobat setelah mendengar pewartaan Nabi Yunus. Penduduk Niniwe tidak menunggu tanda yang lebih besar. Mereka menyadari kesalahan mereka dan mau mengubah hidup.

Saudara-saudari, bukankah kita pun terkadang bersikap seperti orang banyak itu? Kita ingin Tuhan segera mengubah keadaan kita, menyelesaikan masalah kita, atau mengabulkan permohonan kita. Namun, kita sendiri sering menunda perubahan yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

Kita memohon agar Tuhan mengampuni kita, tetapi masih sulit mengampuni orang lain. Kita meminta kedamaian, tetapi masih memelihara kemarahan. Kita berharap orang lain berubah, tetapi belum berani mengakui kesalahan dan memperbaiki diri sendiri

Melalui BHSF 1160, kita diingatkan bahwa Tuhan memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat. Tuhan tidak terburu-buru menjatuhkan hukuman. Dia memberi ruang bagi kita untuk menyadari kesalahan, kembali kepada-Nya, dan memperbaiki hidup.

Namun, kemurahan hati Tuhan jangan sampai kita jadikan alasan untuk terus menunda pertobatan.

Setiap kali kita mendengar Sabda Tuhan, menyadari kesalahan, tergerak untuk meminta maaf, atau mendapat kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, mungkin di situlah kita sedang diingatkan untuk kembali kepada-Nya.

Kita tidak perlu menunggu sampai mengalami peristiwa besar untuk mulai berubah. Kita juga tidak harus menunggu hidup menjadi sempurna untuk melakukan kehendak Tuhan.

Pertobatan dimulai ketika kita berhenti hanya menuntut Tuhan mengubah keadaan, lalu bersedia membiarkan Tuhan mengubah hati kita.

Hari ini, marilah kita bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: Jika Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki hidup, apakah kita sungguh-sungguh menggunakannya?

Jangan sampai kita begitu sibuk menantikan tanda dari Tuhan, sampai tidak menyadari bahwa Dia telah berkali-kali memanggil kita melalui Sabda-Nya dan kesempatan-kesempatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kita masih diberi waktu, selalu ada kesempatan untuk kembali kepada Tuhan dan memulai langkah yang baru.

Pesan untuk Kita

Saudara-saudari terkasih,

Jangan menunda pertobatan sampai esok hari. Jika ada kesalahan yang perlu diperbaiki, perbaikilah. Jika ada orang yang perlu kita ampuni, mulailah membuka hati. Jika kita telah menjauh dari Tuhan, kembalilah kepada-Nya dalam doa.

Kita tidak perlu menunggu tanda yang luar biasa untuk menyadari kasih dan panggilan Tuhan. Yang kita perlukan adalah hati yang mau mendengarkan, percaya, dan berubah.

Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan. Hari ini adalah kesempatan bagi kita untuk kembali kepada-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau selalu memberi kami kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali kepada-Mu.

Ampunilah kami yang sering menuntut tanda, tetapi lambat mendengarkan Sabda-Mu. Ampunilah kami yang ingin Engkau mengubah keadaan kami, tetapi sering menolak mengubah hati sendiri.

Lembutkanlah hati kami agar kami berani mengakui kesalahan, mengampuni sesama, dan melakukan kehendak-Mu dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kami tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang Engkau berikan, tetapi semakin hari semakin dekat dengan-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.