Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Jumat, 9 Oktober 2026

JANGAN TAKUT BERTEMPUR, YESUS MENYERTAI KITA

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

JANGAN TAKUT BERTEMPUR, YESUS MENYERTAI KITA
“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Lukas 11:20 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Jangan pernah mengandalkan dirimu sendiri, tetapi serahkanlah dirimu sepenuhnya kepada kehendak-Ku. [...] Jangan tawar-menawar dengan godaan apa pun; segera berlindunglah dalam Hati-Ku.”

Buku Harian Santa Faustina 1760

Salam Kerahiman🙏

Sahabat-sahabat terkasih, Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa Kerajaan Allah telah hadir dan kuasa-Nya mengalahkan kuasa kejahatan. Yesus lebih kuat daripada segala sesuatu yang berusaha menjauhkan manusia dari Allah.

Namun, Yesus juga mengingatkan bahwa setelah roh jahat keluar dari seseorang, rumah yang kosong dapat kembali dimasuki roh jahat. Peringatan ini mengajak kita untuk tidak hanya berusaha menjauhi dosa, tetapi juga mengisi hati dengan kehadiran Allah.

Bagaimana dengan kehidupan kita sehari-hari?

Sering kali kita berusaha menjadi orang baik, rajin berdoa, mengikuti Ekaristi, dan melayani Tuhan. Namun, dalam perjalanan hidup, kita tetap menghadapi berbagai pergumulan. Ada godaan untuk marah, menyimpan dendam, iri hati, mengeluh, merasa tidak dihargai, atau menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Bahkan dalam pelayanan, kita dapat merasa lelah ketika usaha kita tidak dihargai, kecewa ketika pendapat kita tidak diterima, atau terluka oleh perkataan orang lain. Tanpa disadari, hati yang semula dipenuhi sukacita dapat perlahan-lahan dipenuhi kepahitan.

Di sinilah pesan Yesus kepada Santa Faustina dalam BHSF 1760 menjadi sangat berarti:

“Jangan pernah mengandalkan dirimu sendiri, tetapi serahkanlah dirimu sepenuhnya kepada kehendak-Ku.”

Yesus tidak menjanjikan bahwa perjalanan iman kita akan selalu mudah. Ia justru mengingatkan Santa Faustina bahwa kehidupan rohani juga merupakan perjuangan. Ada saat ketika kita mengalami kesepian, keraguan, kelelahan, dan kekecewaan. Namun, kita tidak harus menghadapi semuanya dengan kekuatan sendiri.

Yesus mengundang kita untuk segera berlindung dalam Hati-Nya ketika godaan datang.

Ketika amarah muncul, kita dapat memilih untuk diam sejenak dan berdoa. Ketika hati terluka, kita dapat belajar mengampuni. Ketika pelayanan terasa berat, kita dapat kembali mengingat bahwa kita melayani Tuhan, bukan semata-mata mencari penghargaan manusia. Dan ketika kita jatuh dalam dosa, kita tidak perlu berputus asa, melainkan kembali kepada Tuhan dengan hati yang bertobat.

Santa Faustina juga mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh dikendalikan oleh perasaan. Perasaan kecewa, marah, takut, dan sedih memang dapat muncul, tetapi kita tidak harus membiarkan semuanya menentukan tindakan kita. Dengan pertolongan rahmat Allah, kita dapat memilih untuk tetap mengasihi, tetap setia, dan tetap melakukan yang benar.

Inilah perjuangan iman yang sesungguhnya: bukan berarti kita tidak pernah tergoda atau tidak pernah jatuh, melainkan kita terus memilih untuk kembali kepada Yesus dan membiarkan Dia membimbing hidup kita.

Sahabat-sahabat terkasih, jangan biarkan hati kita menjadi rumah yang kosong. Penuhilah hati dengan doa, Sabda Tuhan, Ekaristi, pengampunan, kerendahan hati, dan kasih kepada sesama. Sebab, hati yang terus terbuka bagi Tuhan akan semakin dikuatkan untuk menghadapi godaan dan bertahan dalam kasih.

Ingatlah pesan Yesus dalam BHSF 1760:

“Berperanglah selalu dengan penuh keyakinan bahwa Aku menyertai engkau.”

Kita tidak berjalan sendirian. Dalam setiap pergumulan, Yesus menyertai kita. Dalam setiap kelemahan, kerahiman-Nya mengundang kita untuk bangkit kembali.

Jangan takut bertempur. Tetaplah berlindung dalam Hati Yesus, sebab bersama-Nya kita memperoleh kekuatan untuk melawan godaan dan tetap setia dalam kasih.

Pesan untuk Kita

Mari kita bertanya kepada diri sendiri: • Apakah aku sungguh mengandalkan Tuhan ketika menghadapi godaan dan pergumulan? • Apakah hatiku masih dipenuhi kemarahan, iri hati, kekecewaan, dan keinginan untuk membalas, ataukah aku berusaha mengisinya dengan kasih dan pengampunan? • Ketika mengalami kesulitan dalam pelayanan, apakah aku tetap setia melayani dengan tulus?

Marilah kita tidak hanya berusaha menjauh dari kejahatan, tetapi juga semakin membuka hati bagi kehadiran Tuhan. Ketika godaan datang, jangan menyerah dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Berlindunglah dalam Hati Yesus, mohonlah rahmat-Nya, dan teruslah melakukan kebaikan.

Doa Penutup

Yesus yang Maharahim, Terima kasih karena Engkau selalu menyertai kami dalam setiap perjuangan hidup. Ampunilah kami apabila kami sering mengandalkan kekuatan sendiri dan membiarkan hati kami dikuasai oleh amarah, iri hati, kesombongan, serta kekecewaan.

Tuhan, ajarlah kami untuk segera berlindung dalam Hati-Mu ketika godaan datang. Kuatkanlah kami ketika lemah, teguhkanlah kami ketika ragu, dan hiburlah kami ketika merasa sendirian.

Penuhilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami tidak hanya menjauhi dosa, tetapi juga semakin bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih. Mampukanlah kami mengampuni mereka yang menyakiti kami, tetap setia dalam pelayanan, dan melakukan kehendak-Mu dengan hati yang tulus.

Yesus, Engkaulah kekuatan dan perlindungan kami. Jangan biarkan hati kami menjadi kosong dari kehadiran-Mu. Tinggallah senantiasa di dalam hati kami dan tuntunlah kami agar tetap setia sampai akhir.

Yesus, Engkaulah andalan kami. Kepada-Mu kami percaya.

Santa Faustina doakanlah kami

Amin.