Kamis, 8 Oktober 2026
MINTALAH DENGAN PENGHARAPAN TANPA BATAS
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”Lukas 11:9 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Rahmat kerahiman-Ku hanya dapat diperoleh dengan menggunakan satu bejana, yakni pengharapan. Semakin besar pengharapan suatu jiwa, semakin banyak rahmat yang akan ia terima.”
Buku Harian Santa Faustina 1578
Salam Kerahiman🙏
Sahabat-sahabat terkasih,
Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita untuk terus meminta, terus mencari, dan terus mengetuk. Yesus memberikan gambaran tentang seseorang yang tengah malam datang kepada sahabatnya dan terus mengetuk pintu karena membutuhkan pertolongan. Ia tidak berhenti hanya karena pintu belum segera dibuka.
Demikian pula dalam kehidupan kita. Ada kalanya kita sudah lama berdoa untuk sesuatu, tetapi keadaan sepertinya tidak berubah. Kita sudah mengetuk, tetapi pintu belum juga terbuka. Kita sudah meminta, tetapi jawaban Tuhan belum kita lihat.
Pada saat seperti itu, sering kali yang melemah bukan hanya doa kita, tetapi juga pengharapan kita.
Kita mulai bertanya, “Apakah Tuhan mendengar doaku?” “Apakah Tuhan masih peduli?” “Mengapa doaku belum dikabulkan?”
Melalui BHSF 1578, Yesus mengingatkan kita bahwa pengharapan adalah bejana untuk menerima rahmat Kerahiman-Nya.
Bayangkan sebuah bejana. Semakin besar dan semakin terbuka bejana itu, semakin banyak yang dapat ditampung. Demikian pula hati kita. Ketika kita datang kepada Tuhan dengan pengharapan yang besar, kita membuka hati untuk menerima rahmat-Nya.
Sering kali kita justru membatasi rahmat Tuhan karena kita sendiri sudah membatasi harapan kita.
Kita takut berharap terlalu banyak. Kita merasa tidak layak. Kita berpikir masalah kita terlalu besar. Akhirnya kita hanya meminta sedikit, karena dalam hati kita sudah lebih dahulu berkata, “Mungkin Tuhan tidak akan mengabulkannya.”
Tetapi Yesus berkata bahwa Ia ingin memberikan banyak rahmat, bahkan amat banyak.
Karena itu, janganlah kita takut berharap kepada Tuhan.
Ketika keluarga kita sedang menghadapi masalah, tetaplah berharap. Ketika kita sedang sakit atau mengalami penderitaan, tetaplah berharap. Ketika anak-anak dan orang-orang yang kita kasihi sedang menghadapi pergumulan, tetaplah berharap. Ketika doa kita belum mendapatkan jawaban, tetaplah mengetuk.
Pengharapan bukan berarti kita memaksa Tuhan untuk memberikan apa yang kita inginkan. Pengharapan berarti kita percaya bahwa Tuhan Maharahim, Tuhan mendengar, Tuhan peduli, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Jawaban Tuhan mungkin tidak selalu datang sesuai dengan waktu dan keinginan kita. Tetapi selama kita terus mengetuk pintu Kerahiman-Nya, Tuhan sedang bekerja di dalam hidup kita. Mungkin Ia mengubah keadaan kita. Mungkin Ia mengubah hati orang lain. Atau mungkin, terlebih dahulu, Ia mengubah hati kita agar menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan semakin percaya kepada-Nya.
Maka hari ini, marilah kita datang kepada Yesus dengan hati yang terbuka.
Mintalah. Carilah. Ketuklah. Dan jangan berhenti berharap.
Sebab Kerahiman Allah jauh lebih besar daripada persoalan kita, dan kasih-Nya jauh lebih besar daripada segala ketakutan kita.
Pesan untuk Kita Jangan mempersempit pintu hati kita dengan keraguan. Beranilah meminta. Beranilah berharap. Beranilah mengetuk terus-menerus.
Percayalah bahwa tidak ada doa yang sia-sia ketika disampaikan dengan hati yang percaya kepada Kerahiman Allah.
Mari menjadi jiwa yang memiliki pengharapan tanpa batas kepada Tuhan, sebab semakin kita percaya kepada Kerahiman-Nya, semakin kita membuka hati untuk menerima limpahan rahmat-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim,
ajarlah kami untuk selalu berharap kepada-Mu.
Ketika doa kami belum terjawab, kuatkanlah iman kami. Ketika jalan terasa tertutup, ajarlah kami untuk terus mengetuk. Ketika kami mulai ragu, ingatkanlah kami bahwa Kerahiman-Mu tidak pernah terbatas.
Bukalah hati kami agar menjadi bejana yang luas untuk menerima rahmat-Mu.
Kami serahkan seluruh pergumulan, keluarga, pekerjaan, kesehatan, dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu.
Kami percaya bahwa Engkau mendengar setiap doa kami dan tidak pernah meninggalkan kami. Yesus, aku percaya kepada-Mu.
Santa Faustina doakanlah kami.
Amin.
