Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Rabu, 7 Oktober 2026

Jangan Lari dari Bapa

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Jangan Lari dari Bapa
“Bapa, dimuliakanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya.”Lukas 11:2-3 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Jangan lari jauh-jauh dari Bapamu; siaplah untuk berbicara terus terang dengan Allahmu yang maharahim yang ingin mengucapkan kata-kata pengampunan dan melimpahkan rahmat-Nya atas dirimu.”

Buku Harian Santa Faustina 1485

Salam Kerahiman🙏

Sahabat-sahabat terkasih, ketika para murid melihat Yesus berdoa, mereka tidak meminta Dia mengajarkan bagaimana melakukan mukjizat atau bagaimana menjadi terkenal. Mereka meminta sesuatu yang sangat sederhana, tetapi sangat mendalam: “Tuhan, ajarlah kami berdoa.”

Yesus kemudian mengajarkan mereka Doa Bapa Kami. Menarik bahwa doa itu dimulai dengan satu kata: “Bapa.”

Yesus ingin kita mengetahui kepada siapa kita sedang berdoa. Kita datang bukan kepada Allah yang jauh dan tidak peduli, melainkan kepada Bapa yang mengasihi kita.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, tidak selalu mudah bagi kita untuk datang kepada-Nya. Terlebih ketika kita menyadari dosa dan kelemahan kita. Kita mungkin merasa malu, tidak layak, bahkan memilih menjauh dari Tuhan karena merasa terlalu banyak kesalahan yang telah kita lakukan.

Di sinilah BHSF 1485 memberikan penghiburan yang luar biasa. Yesus berkata kepada jiwa yang berdosa:

“Jangan lari jauh-jauh dari Bapamu.”

Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna baru kemudian datang kepada-Nya. Justru ketika kita jatuh, Tuhan mengundang kita untuk kembali. Ketika kita lemah, Dia berkata, “Akulah kekuatanmu!”

Betapa dalamnya kasih Tuhan. Dia mengetahui seluruh kepapaan kita, tetapi Dia tidak meninggalkan kita. Bahkan Yesus berkata bahwa nama kita telah terukir di tangan-Nya dan bahwa Dia sangat mengasihi jiwa kita.

Karena itu, doa bukan sekadar menyampaikan permintaan kepada Tuhan. Doa adalah pulang kepada Bapa.

Ketika kita berkata, “Bapa kami,” kita sedang mengakui bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya. Ketika kita berkata, “Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya,” kita belajar percaya bahwa Bapa mengetahui apa yang kita perlukan. Dan ketika kita berkata, “Ampunilah kami,” kita datang dengan hati yang rendah dan percaya bahwa Kerahiman-Nya lebih besar daripada dosa kita.

Mungkin hari ini ada sesuatu yang membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Mungkin dosa, kegagalan, luka, rasa bersalah, atau pergumulan yang belum selesai.

Jangan lari.

Datanglah kepada Bapa.

Bicaralah kepada-Nya dengan jujur. Serahkan semuanya kepada Kerahiman-Nya. Sebab Tuhan tidak menolak hati yang remuk dan rendah hati. Dia justru menunggu kita datang agar Dia dapat menyembuhkan, mengampuni, dan memenuhi kita dengan rahmat-Nya.

Doa Bapa Kami akhirnya menjadi sebuah undangan untuk kembali pulang: pulang kepada Bapa yang tidak pernah berhenti menjadi Bapa bagi kita.

Pesan untuk Kita

Hari ini, jangan menjauh dari Tuhan karena merasa tidak layak.

Datanglah kepada-Nya apa adanya.

Bawalah dosa, kelemahan, luka, kekhawatiran, dan seluruh pergumulan kita kepada Bapa. Percayalah, Kerahiman-Nya lebih besar daripada segala kepapaan kita.

Ketika berdoa “Bapa kami,” jangan hanya mengucapkannya dengan bibir, tetapi ucapkanlah dengan hati yang sungguh percaya: “Bapa, aku datang kepada-Mu. Aku percaya kepada Kerahiman-Mu.”

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk datang kepada Allah sebagai Bapa.

Sering kali kami menjauh dari-Mu karena dosa, kelemahan, kegagalan, dan rasa tidak layak. Hari ini kami ingin kembali kepada-Mu. Terimalah kami apa adanya dan jangan biarkan kami lari dari kasih-Mu.

Ajarlah kami berdoa dengan hati seorang anak yang percaya. Ketika kami lemah, jadilah kekuatan kami. Ketika kami jatuh, angkatlah kami. Ketika kami takut, teguhkanlah kami.

Kami menyerahkan seluruh dosa, luka, kekhawatiran, dan pergumulan kami ke dalam tangan-Mu. Biarlah Kerahiman-Mu mengampuni, menyembuhkan, dan memulihkan hati kami. Tuhan, mampukan kami untuk selalu kembali kepada Bapa dan tidak pernah meragukan kasih-Nya.

Semoga dalam setiap keadaan kami mampu berkata dengan penuh iman: “Bapa, aku percaya kepada-Mu. Jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.” Amin.

Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.