Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 5 Oktober 2026

Menjadi Saluran Kerahiman-Nya

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Menjadi Saluran Kerahiman-Nya
“Pergilah, dan perbuatlah demikian!”Lukas 10 : 37 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Aku minta agar engkau melaksanakan perbuatan-perbuatan kerahiman, yang harus muncul dari kasih kepada-Ku.”

Buku Harian Santa Faustina 742

Salam Kerahiman🙏

Sahabat-sahabat terkasih, dalam Injil hari ini, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, “Siapakah sesamaku manusia?” Yesus menjawabnya melalui kisah yang sangat indah tentang seorang Samaria yang baik hati.

Ada seseorang yang tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan terluka. Beberapa orang melihatnya, tetapi melewatinya begitu saja. Namun seorang Samaria berhenti. Ia melihat penderitaan orang itu, tergerak oleh belas kasihan, lalu mendekat, membalut luka-lukanya, merawatnya, bahkan mengeluarkan biaya untuk menolongnya.

Yesus tidak hanya mengajarkan kepada kita untuk mengetahui siapa sesama kita, tetapi untuk menjadi sesama bagi orang yang membutuhkan.

Hal yang sama ditegaskan Yesus kepada Santa Faustina dalam BHSF 742. Tuhan meminta agar kerahiman-Nya tidak berhenti sebagai sesuatu yang kita kagumi atau kita doakan, tetapi sungguh-sungguh menjadi bagian dari hidup kita.

Yesus memberikan tiga cara untuk mengamalkan belas kasih: melalui perbuatan, perkataan, dan doa.

Artinya, ketika kita melihat seseorang sedang mengalami kesulitan, jangan sampai kita hanya berkata, “Semoga Tuhan menolongnya,” lalu kita pergi, padahal sebenarnya kita mampu melakukan sesuatu.

Mungkin ada orang di sekitar kita yang sedang terluka bukan secara fisik, tetapi hatinya terluka. Ada yang sedang kesepian, kecewa, kehilangan harapan, mengalami kesulitan ekonomi, atau sedang menghadapi persoalan yang tidak kita ketahui.

Barangkali Tuhan mempertemukan mereka dengan kita bukan secara kebetulan. Pertanyaannya bukan lagi, “Apakah dia layak menjadi sesamaku?” Tetapi, “Apakah aku mau menjadi sesama bagi dia?”

Kerahiman sering kali dimulai dari hal-hal sederhana: mau mendengarkan, menghibur, mengampuni, memberikan pertolongan, berkata dengan lembut, atau mendoakan seseorang dengan sungguh-sungguh.

Santa Faustina bahkan menyadari bahwa dirinya kecil dan lemah. Karena itu, setelah menerima tuntutan Yesus untuk hidup dalam kerahiman, ia berkata, “Engkau sendiri harus menolong aku dalam segala sesuatu.”

Ini menjadi penghiburan bagi kita. Tuhan tidak meminta kita melakukan semuanya dengan kekuatan sendiri. Ia sendiri yang akan menolong kita untuk menjadi saluran kerahiman-Nya.

Maka, ketika hari ini kita berjumpa dengan seseorang yang membutuhkan kasih, jangan melewatinya begitu saja.

Mungkin melalui tangan kita, Tuhan ingin membalut luka seseorang. Mungkin melalui perkataan kita, Tuhan ingin mengembalikan harapan seseorang. Mungkin melalui doa kita, Tuhan sedang membuka jalan bagi keselamatan seseorang.

Dan seperti sabda Yesus dalam Injil: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Pesan untuk Kita

Jangan biarkan iman dan doa kita berhenti di dalam hati. Biarkan kerahiman Tuhan mengalir melalui perbuatan, perkataan, dan doa kita.

Hari ini, mari kita bertanya kepada diri sendiri: “Siapa orang yang sedang Tuhan hadirkan di hadapanku, yang membutuhkan kerahiman melalui diriku?”

Jangan mencari alasan untuk menghindar. Bisa jadi, kesempatan kecil untuk berbelas kasih hari ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan agar kita semakin menyerupai hati Yesus.

Doa Penutup

Yesus, Sang Kerahiman Ilahi, ajarilah kami untuk memiliki hati yang peka terhadap penderitaan sesama.

Jangan biarkan kami melewati orang yang membutuhkan pertolongan hanya karena kami merasa tidak mampu atau tidak berkepentingan.

Berilah kami keberanian untuk berbuat baik, kelembutan dalam berkata-kata, dan ketekunan untuk mendoakan mereka yang membutuhkan.

Tolonglah kami agar iman kami tidak hanya tinggal dalam kata-kata, tetapi sungguh menjadi nyata dalam perbuatan kasih.

Yesus, kami sadar bahwa kami kecil dan lemah. Karena itu, kami mohon, Engkau sendiri yang menolong kami untuk menjadi saluran kerahiman-Mu bagi setiap orang yang kami jumpai.

Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang merasakan kasih, pengampunan, penghiburan, dan kerahiman-Mu.

Yesus, aku percaya kepada-Mu. Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.