Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Minggu, 4 Oktober 2026

Dipercaya Mengelola Kebun Anggur-Nya

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Dipercaya Mengelola Kebun Anggur-Nya
“Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”Matius 21:43 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Lewat mereka, laksana lewat saluran-saluran, kerahiman-Ku mengalir kepada umat manusia.”

Buku Harian Santa Faustina 1212

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kristus

Dalam perumpamaan tentang kebun anggur, Yesus mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang kita miliki sesungguhnya adalah kepercayaan dari Allah. Pemilik kebun telah mempersiapkan kebun itu dengan baik, kemudian mempercayakannya kepada para penggarap. Namun ketika tiba waktunya untuk menghasilkan buah, mereka justru melupakan siapa pemilik kebun itu.

Perumpamaan ini mengajak kita bertanya: Apakah hidup yang Tuhan percayakan kepada kita sudah menghasilkan buah bagi-Nya?

Dalam BHSF 1212, Yesus mengungkapkan betapa pentingnya para imam dan kaum religius sebagai saluran Kerahiman-Nya. Melalui mereka, kasih dan kerahiman Tuhan mengalir kepada umat manusia. Mereka dipanggil untuk menjadi pekerja di kebun anggur Tuhan, membawa jiwa-jiwa semakin dekat kepada-Nya.

Namun panggilan untuk menghasilkan buah Kerajaan Allah tidak hanya ditujukan kepada para imam dan kaum religius. Setiap kita pun menerima “kebun anggur” yang dipercayakan Tuhan: keluarga kita, pekerjaan kita, komunitas kita, pelayanan kita, bahkan orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam perjalanan hidup kita. Tuhan tidak meminta kita memiliki kebun anggur itu. Tuhan meminta kita merawatnya dan menghasilkan buah.

Buah itu dapat berupa kasih, pengampunan, kesabaran, kerendahan hati, kepedulian, kesetiaan, dan terutama kerahiman kepada sesama. Ketika kita menghibur seseorang yang sedang terluka, mengampuni orang yang bersalah kepada kita, membantu mereka yang membutuhkan, atau membawa seseorang kembali mendekat kepada Tuhan, saat itu kita sedang menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah.

Jangan sampai kita menjadi seperti para penggarap dalam Injil yang akhirnya lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Jangan sampai segala kepercayaan, talenta, pelayanan, dan kesempatan yang Tuhan berikan justru membuat kita merasa memiliki semuanya untuk diri sendiri.

Sebaliknya, marilah kita menjadi saluran-saluran Kerahiman Tuhan. Biarlah melalui hidup kita, orang lain dapat merasakan bahwa Allah masih mengasihi, mengampuni, dan menantikan mereka. Pesan untuk Kita

Apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita hari ini adalah kesempatan untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan-Nya. Jangan hanya menerima rahmat Tuhan untuk diri sendiri. Jadilah saluran agar rahmat dan kerahiman-Nya juga mengalir kepada orang lain.

Mari kita khususnya mendoakan para imam dan kaum religius, agar mereka tetap setia menjadi saluran Kerahiman Tuhan bagi umat-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mempercayakan kepada kami begitu banyak anugerah dan kesempatan untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan-Mu.

Ampunilah kami apabila selama ini kami sering melupakan bahwa hidup, talenta, pelayanan, dan segala yang kami miliki berasal dari-Mu. Jangan biarkan kami menjadi penggarap yang mengambil bagi diri sendiri apa yang seharusnya kami persembahkan kepada-Mu.

Jadikanlah kami saluran-saluran Kerahiman-Mu bagi sesama. Penuhi hati kami dengan kasih, kerendahan hati, kesabaran, dan belas kasih, sehingga melalui hidup kami semakin banyak orang dapat mengenal dan mengalami kasih-Mu.

Secara khusus, kami serahkan kepada-Mu para imam dan kaum religius. Kuatkanlah mereka dalam panggilan dan pelayanan mereka. Jadikanlah mereka saluran Kerahiman-Mu yang setia bagi umat manusia.

Yesus, Raja Kerahiman, kami percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.