Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Sabtu, 3 Oktober 2026

Sukacita Sejati dalam Kerahiman Tuhan

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Sukacita Sejati dalam Kerahiman Tuhan
“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.”Lukas 10:20 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Kalau engkau tidak berhasil memanfaatkan suatu kesempatan, janganlah gelisah hatimu, tetapi rendahkanlah dirimu sepenuhnya di hadapan-Ku dan, dengan pengharapan yang besar, benamkanlah dirimu sepenuhnya dalam kerahiman-Ku.”

Buku Harian Santa Faustina 1361

Salam Kerahiman🙏

Sahabat-sahabat terkasih, para murid kembali kepada Yesus dengan penuh sukacita karena mereka mengalami keberhasilan dalam menjalankan perutusan. Mereka melihat kuasa Tuhan bekerja melalui diri mereka. Namun Yesus mengingatkan agar sukacita mereka tidak berhenti pada keberhasilan atau kemampuan yang mereka miliki. Sukacita yang paling utama adalah karena nama mereka terdaftar di surga.

Pesan ini mengajak kita untuk melihat kembali sumber sukacita dalam hidup kita. Kadang kita merasa bahagia ketika berhasil melakukan sesuatu, ketika pelayanan kita dihargai, ketika doa kita terkabul, atau ketika orang lain mengakui kebaikan yang kita lakukan. Sebaliknya, ketika mengalami kegagalan, kelemahan, atau kesempatan yang terlewatkan, kita mudah kecewa dan merasa diri kita tidak berguna.

Melalui BHSF 1361, Yesus mengajarkan kepada Santa Faustina untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. Ketika kita tidak berhasil memanfaatkan suatu kesempatan untuk menjadi lebih baik, Tuhan tidak meminta kita untuk terus-menerus menyalahkan diri. Ia mengundang kita untuk merendahkan diri dan kembali membenamkan diri dalam kerahiman-Nya.

Di sinilah kita menemukan sukacita yang sejati. Kita tidak menjadi berharga karena keberhasilan kita. Kita juga tidak kehilangan nilai diri ketika kita gagal. Kita berharga karena kita dikasihi dan dirahimi oleh Tuhan.

Kerendahan hati membuat kita mampu mengakui bahwa segala kebaikan yang ada dalam diri kita adalah rahmat. Ketika berhasil, kita tidak menjadi sombong. Ketika gagal, kita tidak putus asa. Dalam keduanya, kita tetap kembali kepada Tuhan.

Yesus bahkan mengatakan kepada Santa Faustina bahwa jiwa yang rendah hati memperoleh lebih banyak rahmat daripada yang dimintanya. Betapa besar penghiburan ini bagi kita. Kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Kesempatan yang terlewat bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Selama kita mau merendahkan diri, percaya, dan kembali kepada-Nya, Kerahiman Tuhan selalu menyediakan jalan untuk bangkit dan bertumbuh dalam kekudusan.

Pesan untuk Kita

Jangan mengukur nilai dirimu dari keberhasilan atau kegagalanmu.

Ketika berhasil, tetaplah rendah hati dan bersyukur karena semuanya adalah rahmat Tuhan. Ketika gagal, jangan tenggelam dalam kekecewaan. Rendahkanlah diri di hadapan-Nya dan benamkanlah dirimu dalam Kerahiman-Nya.

Sukacita terbesar bukan karena kita berhasil melakukan banyak hal bagi Tuhan, tetapi karena kita adalah milik-Nya dan nama kita terdaftar di surga.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu mengasihi kami dalam keberhasilan maupun kegagalan kami.

Ajarlah kami untuk tidak mencari kebahagiaan hanya dari keberhasilan, pujian, atau penghargaan manusia. Berilah kami hati yang rendah hati, sehingga dalam segala keadaan kami tetap mampu melihat bahwa semua yang baik dalam hidup kami adalah anugerah-Mu.

Ketika kami gagal dan kehilangan kesempatan untuk berbuat baik, jangan biarkan kami tenggelam dalam kekecewaan. Bantulah kami untuk kembali kepada-Mu, merendahkan diri, dan membenamkan diri dalam Kerahiman-Mu dengan penuh pengharapan.

Semoga sukacita kami selalu berakar dalam kesadaran bahwa kami adalah milik-Mu dan Engkau tidak pernah meninggalkan kami.

Yesus, aku percaya kepada-Mu. Santa Faustina doskanlah kami

Amin.