Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 28 September 2026

Menjadi Apa Adanya di Hadapan Tuhan

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Menjadi Apa Adanya di Hadapan Tuhan
“Sebab yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”Lukas 9:48 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Yesus mengajarkan kepadaku bahwa kerendahan hati yang sejati adalah bersikap seperti adanya. Sejak saat itu, aku mengubah cara pikirku, dengan mengikuti terang Yesus secara setia. Aku mengerti bahwa kalau suatu jiwa bersama Yesus, Yesus tidak akan membiarkan dia sesat.”

Buku Harian Santa Faustina 1503

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah.

Dalam Injil hari ini, para murid bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Mereka masih melihat kebesaran dari ukuran manusia: siapa yang lebih penting, lebih dihormati, lebih dekat dengan Yesus, atau lebih memiliki kedudukan.

Namun Yesus membalik cara pandang itu. Ia menghadirkan seorang anak kecil dan berkata bahwa yang terkecil justru adalah yang terbesar.

Bagi Yesus, kebesaran bukan tentang menjadi yang paling menonjol, tetapi tentang kerendahan hati, ketulusan, dan kesediaan untuk menerima diri apa adanya di hadapan Tuhan.

Hal ini kita lihat dalam pengalaman Santa Faustina. Dalam BHSF 1503, Faustina menceritakan bahwa pada awal kehidupan religiusnya, ia pernah berusaha mencari bentuk-bentuk perendahan diri yang berat. Bahkan ia pernah menampilkan dirinya seolah-olah lebih lemah dan lebih miskin daripada keadaan yang sebenarnya.

Tetapi Yesus mengajarinya bahwa kerendahan hati yang sejati bukanlah berpura-pura menjadi rendah, melainkan berani bersikap apa adanya. Ini menjadi pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Kadang-kadang kita ingin dianggap rendah hati, tetapi di dalam hati masih mengharapkan pujian. Kita mungkin mengatakan bahwa diri kita tidak berarti, tetapi diam-diam ingin orang lain mengatakan bahwa kita berjasa. Atau sebaliknya, kita merasa tersaingi ketika orang lain lebih dihargai, lebih dipercaya, atau lebih menonjol daripada kita.

Injil hari ini mengajak kita melepaskan semuanya itu.

Kita tidak perlu menjadi besar di mata manusia. Kita tidak perlu membuktikan bahwa diri kita lebih baik daripada orang lain. Yang penting adalah bagaimana kita hidup dengan tulus di hadapan Tuhan dan melakukan segala sesuatu demi kasih kepada-Nya.

Santa Faustina juga mengajarkan bahwa ketika jiwa sungguh-sungguh berjalan bersama Yesus, Tuhan sendiri akan menuntunnya kepada kebenaran. Kita tidak perlu membangun citra tentang diri kita. Kita hanya perlu membiarkan Tuhan membentuk hati kita.

Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri. Kerendahan hati berarti mengetahui siapa diri kita, menerima diri kita dengan segala keterbatasan, dan menyadari bahwa segala sesuatu yang baik dalam diri kita adalah anugerah Tuhan.

Maka, semakin kita dekat dengan Yesus, semakin kita tidak membutuhkan pengakuan manusia. Sebab hati kita sudah merasa cukup ketika diketahui dan dikasihi oleh Tuhan. Pesan untuk Kita

Hari ini Yesus mengajak kita untuk tidak sibuk mencari tempat yang paling tinggi, tetapi bersedia mengambil tempat yang sederhana. Jangan takut menjadi kecil di hadapan manusia, asalkan kita besar dalam kasih kepada Tuhan.

Belajarlah menerima diri apa adanya, tidak mencari pujian, tidak iri ketika orang lain lebih dihargai, dan tidak merasa harus selalu menjadi yang terdepan.

Biarlah Tuhan yang menilai hidup kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk memiliki kerendahan hati yang sejati. Jauhkan kami dari keinginan untuk dipuji, dihormati, atau dianggap lebih baik daripada orang lain.

Berilah kami hati yang tulus untuk menerima diri kami apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan kami. Bila kami mulai mencari pengakuan manusia, ingatkanlah kami bahwa kasih-Mu sudah lebih dari cukup bagi kami.

Semoga kami belajar menjadi kecil di hadapan-Mu, namun besar dalam kasih kepada sesama. Bentuklah hati kami agar semakin menyerupai hati-Mu yang lembut, rendah hati, dan penuh kerahiman. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.