Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Minggu, 27 September 2026

Bukan Hanya Berkata “Ya”, tetapi Melakukan Kehendak Bapa

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Bukan Hanya Berkata “Ya”, tetapi Melakukan Kehendak Bapa
“Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Mereka menjawab: “Yang pertama.”Matius 21:31 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Putriku, ketahuilah bahwa engkau memberikan kepada-Ku kemuliaan yang lebih besar dengan satu tindakan ketaatan daripada dengan doa-doa dan mati raga yang panjang.”

Buku Harian Santa Faustina 894

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan tentang dua anak yang diminta oleh ayahnya untuk pergi bekerja di kebun anggur. Anak pertama mengatakan, “Aku tidak mau,” tetapi kemudian ia menyesal dan pergi. Anak kedua berkata, “Baik, Bapa,” tetapi ia tidak pergi.

Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajak kita melihat bahwa yang terutama bukanlah apa yang kita katakan, melainkan apa yang kita lakukan. Kata-kata “ya” kepada Tuhan menjadi berarti ketika diwujudkan dalam ketaatan.

Sering kali kita juga mudah berkata, “Ya Tuhan, aku mau mengikuti kehendak-Mu.” Tetapi ketika kehendak Tuhan tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak jarang kita justru memilih jalan sendiri.

Santa Faustina memberikan teladan yang sangat indah tentang hal ini.

Dalam BHSF 894, Santa Faustina sebenarnya sangat ingin mengikuti Misa. Namun dokter melarangnya mengikuti Misa selain menerima Komuni Kudus, dan bapak pengakuannya meminta agar ia taat. Meskipun merasa sedih karena tidak dapat mengikuti Misa, Faustina memilih ketaatan dan menempatkannya di atas keinginannya sendiri.

Kemudian Yesus menyatakan kepadanya bahwa satu tindakan ketaatan memberikan kemuliaan yang lebih besar kepada-Nya daripada doa-doa dan mati raga yang panjang.

Di sini kita belajar bahwa ketaatan adalah salah satu bentuk kasih yang paling nyata kepada Tuhan.

Terkadang kita ingin melakukan sesuatu yang menurut kita baik bagi Tuhan. Namun Tuhan mungkin justru meminta kita untuk berhenti, menunggu, melepaskan keinginan kita, menerima keadaan, atau melakukan sesuatu yang sederhana dan tidak sesuai dengan rencana kita.

Tidak selalu mudah untuk taat. Dibutuhkan kerendahan hati untuk mengakui bahwa kehendak Tuhan lebih baik daripada kehendak kita sendiri.

Ketaatan bukan berarti kita tidak memiliki keinginan. Santa Faustina tetap memiliki keinginan untuk mengikuti Misa. Tetapi ia belajar menyerahkan keinginannya ketika mengetahui bahwa pada saat itu Tuhan menghendaki sesuatu yang lain.

Inilah yang dapat kita renungkan: apakah “ya” yang kita ucapkan kepada Tuhan sungguh kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari?

Sebab Tuhan tidak hanya melihat banyaknya doa kita atau banyaknya kegiatan rohani yang kita lakukan. Tuhan juga melihat hati yang mau berkata:

“Tuhan, aku mungkin tidak mengerti, aku mungkin tidak menyukainya, tetapi aku mau percaya dan taat kepada-Mu.”

Pesan untuk Kita

Mari belajar dari Santa Faustina untuk tidak hanya berkata “ya” kepada Tuhan, tetapi sungguh-sungguh melakukan kehendak-Nya.

Ketika kehendak Tuhan berbeda dengan keinginan kita, janganlah kita segera kecewa atau memberontak. Belajarlah percaya bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

Ketaatan yang dilakukan dengan kasih, meskipun kecil dan tersembunyi, sangat berharga di hadapan Tuhan.

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: “Apakah aku sungguh melakukan kehendak Tuhan, atau aku hanya pandai berkata ‘ya’ kepada-Nya?”

Semoga kita memiliki hati seperti Santa Faustina, yang mampu menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendaknya sendiri.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih, ajarilah kami untuk semakin mengenal dan mencintai kehendak-Mu.

Ampunilah kami ketika sering berkata “ya” kepada-Mu, tetapi dalam kehidupan sehari-hari masih lebih memilih kehendak kami sendiri.

Seperti Santa Faustina, berilah kami hati yang rendah, percaya, dan taat. Ketika kehendak-Mu berbeda dengan keinginan kami, mampukan kami untuk tetap percaya dan menyerahkan diri kepada-Mu.

Tuhan, jadikanlah setiap ketaatan kecil yang kami lakukan sebagai ungkapan kasih kami kepada-Mu.

Semoga hidup kami tidak hanya menjadi kata-kata, tetapi menjadi persembahan nyata yang menyenangkan hati-Mu.

Yesus, aku percaya kepada-Mu. Jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.

Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.