Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Sabtu, 26 September 2026

BELAJAR MEMAHAMI KASIH DI BALIK SALIB

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

BELAJAR MEMAHAMI KASIH DI BALIK SALIB
“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Tetapi mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.”Lukas 9:44–45 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Ketika Aku menghadapi ajal di salib, Aku sama sekali tidak memikirkan diri-Ku sendiri, tetapi memikirkan para pendosa yang malang, dan Aku berdoa bagi mereka kepada Bapa-Ku.........“Hanya ada satu cara menebus jiwa-jiwa, yaitu penderitaan yang disatukan dengan penderitaan-Ku di salib.”

Buku Harian Santa Faustina 324

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah.

Para murid telah melihat banyak karya dan mukjizat Yesus. Mereka mengalami kuasa-Nya dan menyaksikan orang banyak takjub kepada-Nya. Namun ketika Yesus berbicara tentang penderitaan dan penyerahan diri-Nya, mereka tidak mengerti.

Mungkin kita pun sering seperti para murid.

Kita mudah memahami bahwa Tuhan hadir ketika hidup kita penuh sukacita, ketika doa kita dikabulkan, dan ketika masalah menemukan jalan keluar. Tetapi ketika penderitaan datang, kita sering bertanya, “Mengapa Tuhan mengizinkan semua ini terjadi?”

BHSF 324 membantu kita melihat penderitaan Yesus dari sudut pandang yang lebih dalam. Ketika berada di salib, Yesus tidak memikirkan diri-Nya sendiri. Ia justru memikirkan para pendosa dan berdoa bagi mereka.

Di balik penderitaan Yesus ada kasih yang murni. Salib bukan tanda bahwa kasih Allah kalah, melainkan justru tempat kasih itu dinyatakan dengan sempurna.

Karena itu, ketika kita mengalami penderitaan yang tidak kita mengerti, kita tidak selalu harus mendapatkan jawabannya terlebih dahulu. Kita dapat belajar memandang Yesus yang tersalib dan berkata:

“Tuhan, aku mungkin tidak mengerti mengapa aku harus melalui semua ini, tetapi aku mau mempersatukan penderitaanku dengan salib-Mu.”

Penderitaan bukan sesuatu yang perlu kita cari. Namun ketika penderitaan datang dan tidak dapat kita hindari, kita dapat mempersembahkannya kepada Tuhan dengan kasih dan kepercayaan.

Mungkin kita tidak tahu untuk siapa penderitaan itu menjadi berkat. Tetapi seperti Yesus yang di salib tetap memikirkan keselamatan jiwa-jiwa, kita pun dapat menjadikan penderitaan kita sebagai doa dan persembahan bagi orang lain.

💛 Pesan untuk Kita

Tidak semua penderitaan harus kita mengerti, tetapi setiap penderitaan dapat kita serahkan kepada Tuhan.

Ketika menghadapi kesulitan, jangan hanya bertanya, “Mengapa Tuhan?” Mari belajar berkata:

“Yesus, aku satukan penderitaanku dengan penderitaan-Mu di salib. Gunakanlah semuanya ini sesuai dengan kehendak-Mu.”

Percayalah, bersama Yesus, tidak ada pengorbanan kasih yang sia-sia.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, Engkau telah memberikan diri-Mu di kayu salib demi keselamatan kami.

Ajarlah kami untuk memahami kasih-Mu, terutama ketika kami sedang mengalami penderitaan yang tidak kami mengerti.

Ketika hati kami lemah, kuatkanlah kami. Ketika kami kecewa, teguhkanlah iman kami. Ketika kami tidak memahami jalan-Mu, ajarlah kami untuk tetap percaya.

Tuhan, kami menyerahkan setiap penderitaan, kesulitan dan pergumulan hidup kami ke dalam tangan-Mu. Persatukanlah semuanya dengan penderitaan-Mu di salib dan jadikanlah sebagai persembahan kasih bagi keselamatan jiwa-jiwa.

Yesus yang Maharahim, semoga kami semakin belajar mencintai seperti Engkau mencintai: dengan tulus, dengan pengorbanan, dan dengan hati yang tetap mengampuni.

Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.