Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Jumat, 25 September 2026

MENGENAL YESUS, MENGIKUTI-NYA DALAM JALAN SALIB

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

MENGENAL YESUS, MENGIKUTI-NYA DALAM JALAN SALIB
“Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya tidak memberitahukan hal itu kepada siapa pun. “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”Lukas 9:20–22 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Mereka yang menanggung penderitaan dan penghinaan seperti Aku juga akan mulia seperti Aku.”

Buku Harian Santa Faustina 446

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Ketika Yesus bertanya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”, Petrus menjawab dengan iman: “Mesias dari Allah.”

Namun, Yesus segera menunjukkan bahwa menjadi Mesias berarti menempuh jalan salib: menderita, ditolak, wafat, dan kemudian bangkit.

Sering kali kita ingin mengenal Yesus sebagai Tuhan yang mengabulkan doa, memberikan pertolongan dan membawa sukacita. Tetapi Injil hari ini mengajak kita mengenal Yesus secara lebih utuh: Yesus yang kita imani adalah Yesus yang juga memikul salib.

Dalam BHSF 446, Santa Faustina melihat Yesus yang tersalib dan tiga kelompok jiwa yang menghadapi salib dengan cara berbeda. Ada yang sungguh-sungguh menyatu dengan salibnya, ada yang memegang salib dengan erat, dan ada pula yang hanya menyeret salibnya dengan rasa tidak senang.

Gambaran ini mengajak kita melihat diri sendiri. Ketika penderitaan, penghinaan, kekecewaan atau pergumulan datang, bagaimana sikap kita? Apakah kita berusaha menerima dan mempersatukannya dengan salib Kristus? Apakah kita tetap percaya bahwa Tuhan hadir di tengah penderitaan itu?

Memikul salib bukan berarti kita harus mencari penderitaan. Tetapi ketika penderitaan datang dan tidak dapat kita hindari, kita diajak untuk tidak menjalaninya sendirian. Kita dapat mempersatukannya dengan salib Yesus dan menyerahkannya kepada-Nya.

Sebab salib yang dipikul bersama Kristus tidak pernah sia-sia. Di balik salib ada kasih, dan di balik penderitaan ada harapan akan kebangkitan. Pesan untuk Kita

Hari ini Yesus kembali bertanya kepada kita:

“Menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Jawaban kita bukan hanya diucapkan dengan kata-kata, tetapi juga dinyatakan melalui kehidupan.

Jika kita sungguh percaya bahwa Yesus adalah Mesias dan Tuhan kita, marilah kita belajar mengikuti-Nya dengan setia, termasuk ketika harus melewati jalan salib.

Jangan menyeret salib kita dengan terus-menerus mengeluh. Jangan pula merasa berjalan sendirian.

Peganglah salib itu bersama Yesus, persembahkan penderitaan kita kepada-Nya, dan percayalah bahwa setelah salib selalu ada harapan akan kebangkitan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkaulah Mesias dan Juruselamat kami.

Ajarlah kami untuk semakin mengenal-Mu, bukan hanya ketika hidup kami penuh sukacita, tetapi juga ketika kami harus melewati penderitaan dan salib.

Ketika kami merasa lemah, berilah kami kekuatan. Ketika kami merasa kecewa, berilah kami pengharapan. Ketika kami merasa tidak sanggup memikul salib, ajarlah kami untuk semakin erat berpegang kepada-Mu.

Semoga setiap penderitaan yang kami alami dapat kami persatukan dengan salib-Mu dan menjadi persembahan kasih kepada-Mu.

Yesus yang Maharahim, kuatkanlah kami untuk tetap setia mengikuti-Mu sampai akhir.

Santa Faustina doakanlah kami

Amin.