Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Kamis, 24 September 2026

Berjumpa dengan Yesus: Ketika Hati Dipanggil untuk Berubah

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Berjumpa dengan Yesus: Ketika Hati Dipanggil untuk Berubah
“Siapakah gerangan Dia ini? Ia mendengar segala yang terjadi itu dan berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.”Lukas 9:9 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Berapa lama Aku harus bersabar menunggumu dan berapa lama engkau akan terus mencobai Aku?”

Buku Harian Santa Faustina 9

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Herodes mendengar tentang Yesus dan bertanya-tanya, “Siapakah gerangan Dia ini?” Ia ingin bertemu dengan Yesus. Namun, keinginan untuk bertemu belum tentu berarti hati sungguh siap untuk mengenal dan mengikuti-Nya.

Santa Faustina mengalami sesuatu yang berbeda. Di tengah pesta dan kegembiraan, ia tiba-tiba berjumpa dengan Yesus yang menderita. Tatapan dan perkataan Yesus menggugah hatinya begitu dalam. Saat itu, semua yang sebelumnya menarik perhatiannya menjadi tidak berarti. Faustina meninggalkan pesta dan pergi mencari Tuhan.

Perjumpaan dengan Yesus bukan sekadar pengalaman sesaat. Perjumpaan sejati dengan-Nya menyentuh hati dan menggerakkan kita untuk berubah.

Sering kali Tuhan juga hadir di tengah kesibukan dan kenyamanan hidup kita. Ia mungkin tidak hadir dengan cara yang luar biasa seperti yang dialami Santa Faustina. Namun melalui Sabda-Nya, doa, Ekaristi, orang-orang di sekitar kita, bahkan melalui pergumulan hidup, Tuhan terus memanggil kita.

Mungkin hari ini Tuhan juga bertanya kepada kita:

“Berapa lama Aku harus bersabar menunggumu?”

Tuhan tidak mengatakan itu untuk menghukum kita. Sebaliknya, itu adalah suara kasih dari Tuhan yang sabar menunggu kita kembali kepada-Nya.

Pesan untuk Kita

Jangan berhenti hanya pada rasa ingin tahu tentang Yesus. Beranilah sungguh-sungguh berjumpa dengan-Nya dan membuka hati untuk diubah.

Ketika Tuhan menunjukkan sesuatu yang perlu kita tinggalkan, jangan mengeraskan hati. Seperti Santa Faustina, marilah kita berani meninggalkan apa yang menjauhkan kita dari Tuhan dan melangkah mendekat kepada-Nya.

Yesus tidak pernah berhenti menunggu kita. Kerahiman-Nya selalu membuka jalan bagi kita untuk kembali.

Doa Penutup

Yesus yang Maharahim, terima kasih karena Engkau tidak pernah berhenti menunggu kami. Ampunilah kami apabila selama ini kami lebih sering mencari kesenangan dunia daripada mencari dan mengikuti-Mu.

Bukalah mata hati kami agar mampu mengenali kehadiran-Mu dalam setiap peristiwa hidup. Berilah kami keberanian seperti Santa Faustina untuk meninggalkan segala sesuatu yang menjauhkan kami dari-Mu dan memilih untuk semakin dekat kepada-Mu.

Ubahlah hati kami agar semakin percaya, semakin mengasihi, dan semakin setia mengikuti-Mu.

Yesus, Engkaulah harapan dan keselamatan kami. Kami percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.