Rabu, 23 September 2026
Diutus Membawa Kerahiman Allah
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.”Lukas 9 : 2 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Sekarang, Aku mengutus engkau membawa kerahiman-Ku kepada umat manusia di seluruh dunia.”
Buku Harian Santa Faustina 1588
Salam Kerahiman🙏
Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah
Dalam Injil hari ini, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah serta menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka pergi bukan dengan mengandalkan kekuatan dan bekal mereka sendiri, tetapi dengan percaya kepada Dia yang mengutus mereka.
Perutusan yang sama kita lihat dalam pengalaman Santa Faustina. Dalam BHSF 1588, Yesus berkata kepadanya, “Aku mengutus engkau membawa kerahiman-Ku kepada umat manusia di seluruh dunia.” Yesus tidak mengutus Faustina untuk membawa ancaman atau hukuman, tetapi membawa kerahiman yang menyembuhkan.
Menarik bahwa Yesus berkata, “Aku tidak ingin menghukum umat manusia yang sedang sakit. Sebaliknya, Aku ingin menyembuhkan mereka, sambil mendekapkan mereka ke Hati-Ku yang maharahim.”
Kata “sakit” mengingatkan kita bahwa banyak orang di sekitar kita mungkin sedang terluka: kecewa, kehilangan harapan, merasa bersalah, kesepian, atau jauh dari Tuhan. Mereka tidak selalu membutuhkan nasihat panjang. Kadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau hadir, mendengarkan, mengampuni, dan mengasihi.
Maka, ketika Yesus mengutus kita, mungkin kita tidak diminta melakukan sesuatu yang besar. Kita dapat mulai dari hal sederhana: menjadi pembawa damai, mengampuni, tidak menghakimi, mendoakan, dan menghadirkan kasih kepada mereka yang sedang terluka.
Santa Faustina bahkan berkata kepada Yesus, “berbicaralah sendiri kepada jiwa-jiwa sebab kata-kataku tidak berdaya.” Ini mengajarkan bahwa kita bukan sumber kerahiman. Kita hanyalah alat di tangan Tuhan. Tugas kita adalah bersedia menjadi saluran-Nya.
Pesan untuk kita
Kita dipanggil bukan hanya untuk menerima kerahiman Allah, tetapi juga untuk membawanya kepada orang lain.
Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: “Siapa yang Tuhan percayakan kepadaku untuk kusentuh dengan kerahiman-Nya?”
Mungkin hanya dengan sebuah senyuman, perhatian, pengampunan, doa, atau perkataan yang menguatkan, kita dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk merasakan bahwa Tuhan masih mengasihi dan tidak meninggalkannya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih karena Engkau memanggil dan mengutus kami untuk menjadi pembawa kasih dan kerahiman-Mu.
Jadikanlah hati kami lembut terhadap mereka yang terluka, sabar terhadap mereka yang lemah, dan murah hati dalam mengampuni.
Pakailah kami sebagai alat-Mu, agar melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kami, semakin banyak orang mengalami kasih-Mu dan kembali mendekat kepada Hati-Mu yang Maharahim.
Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, kami percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
