Minggu, 20 September 2026
KERAHIMAN ALLAH TIDAK PERNAH TERLAMBAT
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Ataukah iri hatikah engkau, karena aku murah hati?”Matius 20:15 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Aku akan bergegas menolong mereka, dengan melindungi mereka dalam kerahiman-Ku, dan Aku memberi mereka tempat pertama dalam Hati-Ku yang pemurah.”
Buku Harian Santa Faustina 1682
Salam Kerahiman🙏
Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Tuhan
Dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan tentang para pekerja yang dipanggil untuk bekerja di kebun anggur. Ada yang bekerja sejak pagi, ada yang datang siang hari, bahkan ada yang baru datang menjelang sore. Namun ketika tiba waktunya menerima upah, semuanya mendapatkan satu dinar.
Mereka yang bekerja sejak pagi merasa tidak adil. Mereka membandingkan diri dengan orang-orang yang datang belakangan.
Tetapi pemilik kebun berkata:
“Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?”
Bukankah kita juga terkadang bersikap seperti para pekerja itu?
Kita merasa sudah lama melayani Tuhan, banyak berdoa, berkorban, dan berbuat baik. Lalu ketika melihat orang lain yang mungkin baru datang kepada Tuhan tetapi menerima begitu banyak rahmat, kita mulai membandingkan diri.
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa rahmat Allah tidak dapat diukur berdasarkan jasa, lamanya pelayanan, atau seberapa banyak pengorbanan yang telah kita lakukan.
Dalam BHSF 1682, Yesus menunjukkan betapa besar kerahiman-Nya kepada jiwa yang kembali kepada-Nya. Bagi manusia mungkin seseorang sudah terlalu jauh dari Tuhan. Mungkin ia telah lama meninggalkan-Nya atau baru bertobat ketika hidupnya sudah mendekati akhir.
Namun bagi Allah, tidak pernah ada kata terlambat.
Ketika jiwa itu kembali kepada-Nya, Allah tidak menyambutnya dengan penolakan, tetapi dengan kerahiman. Ia bahkan bergegas menolong dan melindunginya dalam kerahiman-Nya.
Inilah hati Allah yang berbeda dengan hati manusia.
Allah tidak berkata, “Mengapa baru sekarang kembali?”
Sebaliknya, Ia membuka hati-Nya dan memberikan tempat bagi jiwa yang kembali kepada-Nya.
Karena itu, jangan pernah berpikir bahwa seseorang terlalu berdosa untuk diampuni. Jangan pula merasa bahwa kita harus menjadi sempurna terlebih dahulu agar layak datang kepada Tuhan.
Datanglah kepada-Nya. Percayalah kepada Kerahiman-Nya.
Ketika kita melihat orang lain menerima rahmat Tuhan, jangan membandingkan diri atau merasa bahwa rahmat itu mengurangi bagian kita. Sebab kasih Allah bukanlah sesuatu yang terbatas.
Rahmat yang diberikan kepada orang lain tidak pernah mengurangi rahmat yang Tuhan sediakan bagi kita.
❤️ Pesan untuk Kita
Hari ini kita diajak untuk tidak membandingkan diri, tidak iri terhadap rahmat yang diterima orang lain, dan tidak pernah putus asa terhadap kerahiman Allah.
Mungkin ada seseorang yang baru hari ini kembali kepada Tuhan. Mungkin ada orang yang selama ini kita anggap sudah terlalu jauh dari Allah.
Jangan menyerah mendoakannya.
Sebab Kerahiman Allah selalu mencari jiwa yang tersesat dan membuka pintu bagi mereka yang mau kembali.
Dan bagi diri kita sendiri, jangan pernah merasa sudah terlalu terlambat. Selama hati kita masih mau datang kepada Tuhan, selalu ada jalan kembali kepada Kerahiman-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih karena kasih-Mu tidak pernah menghitung jasa kami dan kerahiman-Mu tidak pernah mengenal kata terlambat.
Ajarlah kami untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain dan tidak iri ketika melihat mereka menerima berkat dan rahmat-Mu.
Berikanlah kami hati yang murah hati, yang mampu bersukacita atas rahmat yang Engkau berikan kepada sesama.
Ketika kami jatuh, menjauh, atau merasa tidak layak, mampukan kami untuk segera kembali kepada-Mu dan percaya bahwa Hati-Mu selalu terbuka bagi kami.
Yesus, kami percaya kepada-Mu.
Lindungilah kami dalam Kerahiman-Mu dan tuntunlah kami untuk semakin hidup dalam kasih-Mu. Santa Faustina doakanlah kami.
Amin.
