Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 14 September 2026

Dari Salib Mengalir Kasih dan Kerahiman

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Dari Salib Mengalir Kasih dan Kerahiman
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”Yohanes 3:16–17 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Kedua sinar itu melambangkan darah dan air. Sinar pucat melambangkan air yang menguduskan jiwa-jiwa. Sinar merah melambangkan darah yang memberikan kehidupan kepada jiwa-jiwa.....Kedua sinar itu memancar dari lubuk kerahiman-Ku ketika Hati-Ku yang berada dalam sakratulmaut di salib dibuka dengan tombak.....Umat manusia tidak akan menikmati damai sebelum berpaling dengan penuh kepercayaan kepada kerahiman-Ku. (BHSF 299-300)”

Buku Harian Santa Faustina

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Kasih Allah kepada manusia bukanlah kasih yang hanya diucapkan. Kasih itu dinyatakan melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.

Yesus rela menyerahkan diri-Nya bagi keselamatan kita. Ketika lambung-Nya ditikam, mengalirlah Darah dan Air—dua sinar yang menjadi tanda kasih dan kerahiman-Nya yang tak berkesudahan.

Sering kali kita lebih mudah percaya bahwa Allah itu adil, tetapi sulit percaya bahwa Dia sungguh berbelas kasih kepada kita. Kita merasa tidak layak diampuni karena kesalahan masa lalu, kelemahan, atau dosa yang berulang.

Namun Yesus mengundang kita untuk tidak menjauh. Ia berkata, “Berpalinglah dengan penuh kepercayaan kepada kerahiman-Ku.”

Salib mengingatkan kita bahwa tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih Yesus yang memberikan diri-Nya demi keselamatan kita.

Ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang percaya, kita tidak datang kepada Hakim yang ingin menghukum, tetapi kepada Yesus Sang Kerahiman, yang rindu memulihkan dan menyelamatkan kita.

Pesan untuk Kita

Jangan pernah meragukan kasih dan kerahiman Yesus.

Ketika jatuh, datanglah kepada-Nya. Ketika terluka, berlindunglah dalam Hati-Nya. Ketika merasa tidak layak, percayalah pada kerahiman-Nya.

Mari kita juga menjadi saluran kerahiman-Nya dengan mengampuni, mengasihi, dan membawa pengharapan kepada mereka yang sedang terluka.

Bernaunglah dalam kedua sinar-Nya—Darah dan Air—dan percayakan seluruh hidup kita kepada Yesus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih dan kerahiman-Mu yang mengalir dari Hati-Mu yang tertikam di kayu salib.

Ajarlah kami untuk selalu percaya kepada-Mu, terutama ketika kami merasa lemah, berdosa, dan tidak layak.

Curahkanlah Darah dan Air-Mu atas kami, keluarga kami, dan seluruh umat manusia. Jadikanlah kami saksi kerahiman-Mu yang membawa kasih, pengampunan, dan damai bagi sesama.

Yesus, Engkaulah Andalanku. Yesus, Engkaulah Kerahimanku. Santa Faustina doakanlah kami

Amin.