Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Jumat, 11 September 2026

Tuhan, Ajarlah Aku Melihat Sesama dengan Belas Kasih

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Tuhan, Ajarlah Aku Melihat Sesama dengan Belas Kasih
“Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?”Lukas 6:41 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Aku tidak pernah boleh menghakimi seorang pun. Aku harus memperlakukan orang lain dengan lemah lembut, tetapi diriku sendiri harus kuperlakukan dengan keras. (BHSF No. 253)”

Buku Harian Santa Faustina

Salam Kerahiman🙏 Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Sering kali kita begitu mudah melihat kekurangan orang lain. Kesalahan kecil mereka dapat segera terlihat oleh mata kita, sementara kelemahan dan kekurangan diri sendiri justru luput dari perhatian.

Yesus mengajak kita untuk berhenti sejenak dan bercermin. Sebelum mengoreksi sesama, marilah kita membiarkan Tuhan terlebih dahulu menyentuh dan membenahi hati kita.

Santa Faustina menyadari bahwa dirinya tidak dipanggil untuk menghakimi, melainkan untuk memperlakukan sesama dengan lemah lembut. Ia menyerahkan segala sesuatu kepada Allah dan belajar melihat dirinya dalam kerendahan hati.

Dalam terang Kerahiman Ilahi, kita belajar bahwa hati yang telah disentuh oleh belas kasih Tuhan tidak sibuk mencari kesalahan sesama. Hati itu justru belajar memahami, mengampuni, mendoakan, dan menolong.

Mungkin hari ini kita merasa melihat “selumbar” dalam diri seseorang. Tetapi sebelum berkata atau bertindak, marilah kita bertanya kepada Tuhan: "“Yesus, adakah balok dalam diriku yang belum kusadari?”"

Sebab semakin kita mengenal kerahiman Allah, semakin kita menyadari bahwa kita pun hidup karena belas kasih-Nya.

💗 Pesan untuk Kita

Jangan terburu-buru menilai sesama. Beranilah melihat diri sendiri dalam terang Tuhan.

Sebelum memperbaiki orang lain, izinkan Yesus memperbaiki hati kita. Sebelum menuntut orang lain berubah, marilah kita bertanya apakah diri kita sendiri sudah berubah dalam kasih.

Mari belajar melihat sesama bukan dengan mata yang mencari kesalahan, tetapi dengan mata yang penuh belas kasih.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, ajarilah aku untuk tidak mudah menghakimi dan menilai sesamaku.

Bukalah mataku agar mampu melihat kekuranganku sendiri, dan lembutkanlah hatiku agar mampu menerima serta mengasihi sesamaku.

Bersihkanlah “balok” dalam hatiku yang menghalangi kasih-Mu. Ubahlah aku menjadi pribadi yang rendah hati, sabar, suka mengampuni, dan membawa kerahiman-Mu kepada siapa pun yang kujumpai.

Yesus, jadikanlah hatiku seperti Hati-Mu yang Maharahim. Santa Faustina doakanlah kami

Amin.