Kamis, 10 September 2026
Biarkan Kasih Yesus Mengalir Melalui Hatimu
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”Lukas 6:36 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Apakah cintamu akan sesama dipandu oleh cinta-Ku? Apakah engkau mendoakan musuh-musuhmu? Apakah engkau menghendaki yang baik bagi mereka yang telah menyebabkan engkau berduka atau yang telah melukai hatimu? (BHSF 1768)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏
Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah
Yesus mengajarkan sesuatu yang tidak mudah: mengasihi bukan hanya mereka yang mengasihi kita, tetapi juga mereka yang membenci, menyakiti, bahkan melukai hati kita. Ia mengajak kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan memilih mengampuni, mendoakan, dan tetap menghendaki kebaikan bagi sesama.
Pesan ini kembali ditegaskan Yesus kepada St. Faustina. Ia bertanya, apakah kasih kita kepada sesama sungguh dipandu oleh kasih-Nya? Sebab kasih Kristiani bukan sekadar perasaan, melainkan keputusan untuk tetap berbuat baik meskipun hati kita pernah terluka.
St. Faustina menyadari bahwa ia sendiri tidak akan mampu bertahan dalam kasih seperti itu jika Yesus tidak menyalakan api cinta di dalam hatinya. “Kasih ekaristis-Mulah yang setiap hari menyalakan api cintaku.”(BHSF 1769)
Inilah rahmat yang kita perlukan: bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri, tetapi membiarkan hati kita dipenuhi oleh kasih Yesus, sehingga kerahiman-Nya dapat mengalir melalui diri kita kepada orang lain.
Dan Yesus memberikan janji yang begitu indah: “Apa pun yang baik yang engkau lakukan terhadap salah satu jiwa, Aku terima seolah-olah sudah engkau lakukan terhadap Aku.”
Pesan untuk Kita
Ketika ada seseorang yang melukai hati kita, jangan buru-buru membalas atau menyimpan kepahitan. Bawalah orang itu dalam doa dan mintalah Yesus memberikan hati yang mampu mengampuni.
Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah hal yang mudah. Tetapi mengasihi mereka yang menyakiti kita adalah kesempatan untuk memancarkan Kerahiman Yesus.
Mari kita belajar berkata: “Yesus, nyalakanlah api kasih-Mu dalam hatiku, agar aku mampu mengasihi sesamaku dengan hati-Mu.”
Doa Penutup
Yesus, Kasih dan Kerahimanku, nyalakanlah api kasih-Mu dalam hatiku. Ajarlah aku mengampuni mereka yang menyakiti hatiku, mendoakan mereka yang tidak menyukaiku, dan tetap menghendaki kebaikan bagi mereka.
Jadikanlah hatiku pantulan Kerahiman-Mu, sehingga melalui setiap kebaikan yang kulakukan, sesamaku dapat merasakan kasih-Mu.
Yesus, aku percaya kepada-Mu. Santa Faustina doakanlah kami.
Amin.
