Senin, 7 September 2026
Jangan Takut Berbuat Baik — Belas Kasih Harus Menjadi Tindakan
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat: berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”Lukas 6:9 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Aku memberi engkau tiga cara untuk mengamalkan belas kasihan terhadap sesama: yang pertama: perbuatan, yang kedua: perkataan, yang ketiga: doa. (BHSF 742)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏
Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah
Dalam Injil hari ini, Yesus melihat seorang yang mati tangan kanannya. Di hadapan Yesus ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, tetapi juga ada orang-orang Farisi yang mengawasi dan mencari alasan untuk mempersalahkan-Nya.
Yesus mengetahui semua itu. Namun Yesus tidak membiarkan diri-Nya dikendalikan oleh ketakutan akan penilaian manusia.
Yesus berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!”
Ketika ia mengulurkan tangannya, tangannya pun menjadi sembuh.
Yesus menunjukkan bahwa belas kasih tidak boleh hanya berhenti pada perasaan iba atau kata-kata. Belas kasih harus diwujudkan dalam tindakan.
Hal ini sangat jelas dalam pesan Yesus kepada Santa Faustina melalui BHSF 742. Yesus meminta agar belas kasih diwujudkan melalui perbuatan, perkataan, dan doa.
Mungkin kita tidak memiliki kuasa seperti Yesus untuk menyembuhkan seseorang secara jasmani. Tetapi kita selalu mempunyai kesempatan untuk melakukan sebuah perbuatan kasih.
Ada tangan yang bisa kita ulurkan untuk membantu. Ada kata-kata yang bisa kita ucapkan untuk menguatkan. Ada hati yang bisa kita buka untuk mengampuni. Dan ada doa yang bisa kita persembahkan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Kadang-kadang kita mempunyai banyak alasan untuk tidak berbuat baik. “Saya takut salah.” “Nanti saya dimanfaatkan.” “Itu bukan urusan saya.” “Dia sendiri yang membuat masalah.”
Tetapi Yesus hari ini mengajak kita keluar dari kenyamanan itu. “Ulurkanlah tanganmu.” Mungkin tangan kita tidak mampu melakukan sesuatu yang besar. Namun satu perbuatan kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk merasakan Kerahiman Allah.
BHSF 742 bahkan memberikan teguran yang sangat dalam: “Bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan.”
Maka pertanyaannya bukan hanya: “Apakah aku percaya kepada Tuhan?”
Tetapi juga: “Apakah imanku sudah terlihat dalam cara aku memperlakukan sesamaku?”
Sebab iman yang hidup akan melahirkan belas kasih.
Pesan untuk Kita
Hari ini mari kita bertanya dalam keheningan hati:
Siapa yang sedang Tuhan minta untuk aku kasihi melalui sebuah perbuatan nyata?
Mungkin seseorang di dalam keluarga. Mungkin teman yang sedang terluka. Mungkin seseorang yang sedang sakit atau kesepian. Mungkin juga seseorang yang sulit kita ampuni.
Jangan menunggu kesempatan untuk melakukan sesuatu yang besar.
Mulailah dari yang sederhana: Perbuatan. Perkataan. Doa.
Ulurkan tangan kita. Bukalah hati kita. Ucapkanlah kata yang menguatkan. Dan jangan pernah berhenti mendoakan.
Biarlah melalui diri kita, orang lain dapat merasakan bahwa Kerahiman Yesus masih bekerja di tengah dunia ini.
Dan ketika kita merasa terlalu kecil dan tidak mampu, marilah kita mengakhiri dengan doa Santa Faustina dalam BHSF 742:
“O Yesusku, Engkau sendiri harus menolong aku dalam segala sesuatu sebab Engkau tahu betapa sangat kecillah aku, dan karena itu aku bergantung sepenuhnya pada kebaikan-Mu, ya Allah.”
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, Engkau mengajarkan kami bahwa kasih bukan hanya untuk dirasakan, tetapi untuk diwujudkan.
Sembuhkanlah hati kami yang keras dan tangan kami yang sering enggan menolong.
Ajarlah kami untuk menjadi alat Kerahiman-Mu melalui perbuatan, perkataan, dan doa.
Berikanlah kami keberanian untuk mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, kesabaran untuk mengucapkan kata-kata yang menguatkan, dan ketulusan untuk mendoakan mereka yang membutuhkan pertolongan.
Yesus, kami menyadari bahwa kami kecil dan lemah. Karena itu, kami bergantung sepenuhnya pada kebaikan dan rahmat-Mu.
Jadikanlah hidup kami cermin Kerahiman-Mu bagi sesama. Yesus, Engkaulah Andalanku. Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
