Minggu, 6 September 2026
Menegur dalam Kasih, Membawa Kembali kepada Kerahiman
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali........Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”Matius 18:15..20 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Aku berdoa di hadapan takhta Allah bagi jiwa itu, dan aku mempersembahkan semua penderitaanku, pengurbanan dan doaku demi keselamatannya. (BHSF 202)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏
Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Tuhan
Yesus mengajarkan kepada kita bahwa ketika seorang saudara berbuat salah, kita tidak dipanggil untuk mempermalukannya, membicarakannya kepada orang lain, atau menghakiminya. Yesus berkata, “tegurlah dia di bawah empat mata.”
Ada kasih yang berani menegur, tetapi ada juga teguran yang dilakukan tanpa kasih. Perbedaannya terletak pada tujuannya.
Teguran Kristiani bukan untuk membuktikan bahwa kita benar dan saudara kita salah. Tujuannya adalah seperti yang dikatakan Yesus, “engkau telah mendapatnya kembali.” Kita ingin mendapatkan kembali saudara kita, bukan kehilangan dia.
Santa Faustina memberi teladan yang indah. Ketika melihat seseorang berada dalam kesulitan rohani, ia tidak menghakimi. Ia membawa jiwa itu kepada Tuhan melalui pengorbanan dan doa.
Inilah hati Kerahiman Ilahi: bukan membenarkan kesalahan, tetapi menyelamatkan manusia dari kesalahannya.
Mungkin ada orang di sekitar kita yang sedang menjauh dari Tuhan, terluka, atau melakukan kesalahan. Barangkali kita perlu menegurnya. Tetapi sebelum berbicara, marilah bertanya kepada diri sendiri:
“Apakah kata-kataku lahir dari kasih, atau dari kemarahan dan keinginan untuk menyalahkan?” Sebab ketika kita berkumpul dan berdoa bagi saudara kita dalam nama Yesus, kita percaya bahwa Tuhan sendiri hadir di tengah-tengah kita.
Pesan untuk Kita
Jangan cepat menghakimi saudara yang jatuh.
Tegurlah dengan kasih, dampingi dengan kesabaran, dan doakan dengan ketekunan.
Jika kita sungguh mengasihi seseorang, kita tidak hanya berani mengatakan bahwa ia salah, tetapi juga rela menjadi bagian dari proses agar ia dapat bangkit dan kembali kepada Tuhan.
Marilah menjadi pribadi yang tidak mempermalukan orang yang jatuh, melainkan menjadi jembatan yang membawanya kembali kepada Kerahiman Allah.
Doa Penutup
Yesus, Sumber Kerahiman Ilahi, ajarlah kami menegur dengan kasih dan bukan dengan penghakiman. Berilah kami hati yang lembut ketika melihat kelemahan dan kesalahan sesama.
Jangan biarkan kami mudah menyalahkan, membicarakan, atau menjauhi mereka yang sedang jatuh. Seperti Santa Faustina, ajarlah kami untuk membawa mereka kepada-Mu melalui doa, kesabaran, pengorbanan, dan kasih.
Yesus yang Maharahim, jadikanlah kami alat kerahiman-Mu, agar melalui hidup kami, mereka yang terluka dan tersesat dapat menemukan jalan kembali kepada-Mu.
Yesus, aku percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
