Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Sabtu, 5 September 2026

Kerahiman yang Mengalahkan Kekakuan Hati

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Kerahiman yang Mengalahkan Kekakuan Hati
“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”Lukas 6:5 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Aku minta agar engkau melaksanakan perbuatan-perbuatan kerahiman, yang harus muncul dari kasih kepada-Ku. (BHSF 742)”

Buku Harian Santa Faustina

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahoman Allah

Dalam Injil hari ini, Yesus berhadapan dengan orang-orang Farisi yang begitu berpegang pada aturan Sabat hingga mereka tidak lagi melihat kebutuhan para murid yang sedang lapar. Bagi mereka, yang terutama adalah aturan; tetapi bagi Yesus, kasih dan kehidupan manusia tidak boleh dikalahkan oleh kekakuan hati.

Yesus mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi tentang menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan nyata.

Hal ini ditegaskan dalam BHSF 742. Yesus meminta Santa Faustina agar kerahiman diwujudkan melalui perbuatan, perkataan, dan doa. Bahkan iman yang kuat menjadi sia-sia jika tidak disertai perbuatan kasih.

Kita pun dapat bertanya kepada diri sendiri: Apakah dalam menjalankan aturan dan kewajiban sebagai orang beriman, hati kita masih peka terhadap kebutuhan sesama? Jangan sampai kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi lupa melihat bahwa mungkin ada seseorang di sekitar kita yang sedang lapar, terluka, kesepian, atau membutuhkan penghiburan.

Kerahiman mengajak kita untuk tidak hanya berkata, “Apa yang benar menurut aturan?” tetapi juga bertanya, “Apa yang dapat kulakukan agar kasih Allah sungguh dirasakan oleh sesamaku?”

Pesan untuk Kita

Jangan biarkan aturan membuat hati kita menjadi kaku.

Hari ini Yesus mengajak kita untuk menjadi pribadi yang tidak hanya tahu tentang kasih, tetapi mau melakukan kasih.

Mari kita menghadirkan kerahiman melalui tiga jalan yang diajarkan Yesus kepada Santa Faustina: berbuat baik kepada sesama, berkata dengan kasih, dan mendoakan mereka.

Sebab iman yang hidup bukan hanya terlihat dari apa yang kita lakukan untuk Tuhan, tetapi juga dari kerahiman yang kita berikan kepada sesama.

Doa Penutup

Yesus, sumber Kerahiman Ilahi, lembutkanlah hati kami agar kami tidak menjadi orang yang mudah menghakimi, tetapi mampu melihat kebutuhan dan penderitaan sesama.

Ajarlah kami untuk mengamalkan belas kasih melalui perbuatan, perkataan, dan doa. Semoga setiap tindakan kecil yang kami lakukan menjadi tanda kasih-Mu dan membuat orang lain mengalami kerahiman-Mu.

Yesus, mampukan kami menjadi alat kerahiman-Mu di mana pun kami berada.

Yesus, Engkaulah andalanku. Santa Faustina doakanlah kami.

Amin.