Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Jumat, 4 September 2026

ANGGUR BARU DALAM HATI YANG DIPERBARUI

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

ANGGUR BARU DALAM HATI YANG DIPERBARUI
“Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.”Lukas 5:38 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Aku ingin agar hatimu menjadi kediaman kerahiman-Ku. Aku ingin supaya kerahiman ini mengalir ke seluruh dunia lewat hatimu. (BHSF 1777)”

Buku Harian Santa Faustina

Salam Kerahiman🙏

Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Yesus datang membawa anggur baru: rahmat, pengampunan, kasih dan kehidupan baru. Namun anggur baru membutuhkan kantong yang baru. Sabda ini mengajak kita untuk membiarkan hati kita diperbarui oleh Tuhan.

Sering kali kita memohon rahmat baru, tetapi masih membawa “kantong lama”: luka yang belum diserahkan kepada Tuhan, kepahitan, sulit mengampuni, mudah menghakimi, atau keinginan untuk berjalan menurut kehendak sendiri.

BHSF 1777 mengingatkan bahwa Yesus tidak hanya ingin memberikan Kerahiman-Nya kepada kita. Ia ingin hati kita menjadi kediaman Kerahiman-Nya, agar Kerahiman itu mengalir melalui hidup kita kepada sesama.

Kerahiman yang kita terima tidak boleh berhenti dalam diri kita. Kita dipanggil untuk mengampuni karena telah diampuni, menghibur karena telah dihibur, dan membawa pengharapan kepada mereka yang sedang kehilangan harapan.

🌺 Pesan untuk Kita

Mari kita bertanya: “Apakah hatiku sudah menjadi kantong baru bagi anggur Kerahiman Tuhan?”

Hari ini, marilah kita menyerahkan hati kita kepada Yesus. Biarkan Ia memperbarui apa yang masih lama dalam diri kita, sehingga hati kita menjadi tempat tinggal Kerahiman-Nya dan melalui kita, Kerahiman Tuhan semakin nyata bagi keluarga, komunitas dan dunia.

Doa Penutup

Yesus, Sang Kerahiman Ilahi, Engkaulah sumber segala rahmat dan pengharapan. Perbaruilah hati kami, agar menjadi “kantong baru” yang siap menerima anggur baru dari Hati-Mu. Benamkan segala kepapaan, luka, kelemahan dan dosa kami ke dalam lubuk Kerahiman-Mu.

Jadikanlah hati kami kediaman Kerahiman-Mu, sehingga melalui perkataan, sikap, pengampunan, doa dan perbuatan kasih kami, Kerahiman-Mu dapat mengalir kepada orang-orang di sekitar kami.

Yesus, ajarlah kami untuk tidak hanya mencari penghiburan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi penghiburan bagi mereka yang sedang menderita, terutama bagi mereka yang kehilangan harapan.

Kami secara khusus menyerahkan kepada-Mu jiwa-jiwa yang sedang menghadapi ajal. Rengkuhlah mereka dengan Kerahiman-Mu dan berilah mereka pengharapan akan keselamatan.

Yesus, aku percaya kepada-Mu. Yesus, Engkaulah andalanku. Santa Faustina doakanlah kami

Amin.