Senin, 31 Agustus 2026
Pintu Kerahiman Tuhan Terbuka bagi Kita
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Ia telah mengutus Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin… untuk membebaskan orang-orang yang tertindas.”Lukas 4:18 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Sebelum Aku datang sebagai Hakim yang adil, lebih dahulu Aku akan membuka lebar-lebar pintu kerahiman-Ku. (BHSF 1146)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman
Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah,
Di rumah ibadat di Nazaret, Yesus menyatakan dengan jelas misi-Nya: membawa kabar baik, pembebasan, dan tahun rahmat Tuhan. Yesus datang terutama kepada mereka yang miskin, terluka, tertindas, dan membutuhkan keselamatan.
Namun, orang-orang Nazaret justru menolak-Nya. Mereka sulit menerima bahwa Yesus, yang mereka kenal sejak kecil, adalah Pribadi yang diutus Allah. Hati mereka tertutup oleh prasangka sehingga mereka tidak mampu mengenali rahmat yang sedang hadir di tengah-tengah mereka.
BHSF 1146 mengingatkan kita bahwa sebelum datang sebagai Hakim yang adil, Yesus terlebih dahulu membuka lebar-lebar pintu kerahiman-Nya. Bahkan pendosa yang paling jahat pun tidak perlu kehilangan harapan, sebab kerahiman Tuhan jauh lebih besar daripada dosa dan kelemahan manusia.
Kadang-kadang kita pun seperti orang-orang Nazaret. Kita mendengar sabda Tuhan, tetapi hati kita belum tentu terbuka. Kita merasa tidak layak datang kepada-Nya karena dosa, kegagalan, luka, atau masa lalu kita.
Padahal Yesus berkata: datanglah. Pintu kerahiman-Ku terbuka.
Kerahiman Tuhan bukan hadiah bagi mereka yang sudah sempurna. Kerahiman adalah anugerah bagi mereka yang menyadari bahwa dirinya membutuhkan Tuhan.
💖 Pesan untuk Kita
Jangan pernah merasa terlalu berdosa untuk datang kepada Yesus.
Jangan biarkan rasa bersalah, kecewa, luka, atau ketidaklayakan menjadi penghalang bagi kerahiman-Nya.
Hari ini Yesus membuka pintu kerahiman-Nya bagi kita. Masuklah dengan penuh kepercayaan.
Dan setelah menerima kerahiman-Nya, marilah kita juga menjadi pembawa kerahiman bagi sesama—mengampuni, menerima, menguatkan, dan memberikan harapan kepada mereka yang sedang jatuh dan menderita.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih karena Engkau selalu membuka pintu kerahiman-Mu bagi kami.
Ketika kami merasa tidak layak, ajarlah kami untuk tetap datang kepada-Mu. Ketika kami jatuh dalam dosa dan kelemahan, teguhkanlah harapan kami akan belas kasih-Mu.
Bukalah hati kami agar tidak menolak rahmat-Mu, tetapi dengan penuh kepercayaan menyerahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu.
Jadikanlah kami juga saluran kerahiman-Mu bagi mereka yang terluka, menderita, kehilangan harapan, dan jauh daripada-Mu.
Yesus, kami percaya kepada-Mu. Yesus, Engkaulah andalan kami. Santa Faustina, doakanlah kami
Amin.
