Sabtu, 29 Agustus 2026
Berani Memilih Kebenaran, Setia kepada Yesus
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”Markus 6:18 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Aku tidak takut akan apa pun di dunia ini, tetapi hanya takut kalau aku membuat Yesus bersedih. (BHSF 610)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏 Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah
Dalam injil hari ini, Yohanes Pembaptis berani mengatakan kebenaran kepada Herodes, sekalipun ia tahu bahwa tegurannya dapat membawa akibat yang sangat berat. Ia tidak memilih diam demi keselamatan dirinya. Ia tetap setia pada kebenaran yang dipercayakan Allah kepadanya.
Akhirnya, kesetiaan itu membawanya pada penderitaan dan kematian. Namun Yohanes tidak kehilangan keberaniannya. Baginya, kesetiaan kepada Allah lebih berharga daripada keselamatan dan kenyamanan dirinya sendiri.
BHSF 610 memperlihatkan pengalaman batin Santa Faustina yang serupa. Setelah berbicara dengan Tuhan, ia memperoleh kekuatan dan keberanian, sehingga tidak takut kepada apa pun di dunia ini. Yang paling ia takutkan justru adalah membuat Yesus bersedih.
Bukankah kita sering mengalami yang sebaliknya?
Kita takut ditolak, takut tidak disukai, takut kehilangan kenyamanan, takut berkata jujur, bahkan terkadang takut membela yang benar. Karena takut kepada manusia, kita memilih diam atau mengikuti arus, meskipun hati kecil kita tahu bahwa itu tidak berkenan kepada Tuhan.
Injil hari ini mengajak kita belajar dari Yohanes Pembaptis: kesetiaan kepada kebenaran membutuhkan keberanian.
Keberanian itu bukan berarti kita tidak memiliki rasa takut. Keberanian berarti kita tetap memilih yang benar meskipun ada sesuatu yang harus kita korbankan.
Dan seperti Santa Faustina, semoga kita sampai pada suatu sikap batin: “Tuhan, aku tidak ingin lebih takut kepada manusia daripada kepada-Mu. Jangan biarkan aku kehilangan kesetiaanku hanya demi kenyamanan diriku.”
Pesan untuk Kita
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita tidak dipanggil untuk menghadapi penderitaan sebesar Yohanes Pembaptis. Namun kita sering menghadapi pilihan-pilihan kecil:
Apakah aku akan berkata benar atau menyenangkan orang lain? Apakah aku akan memaafkan atau menyimpan kepahitan? Apakah aku akan melakukan yang benar ketika tidak ada yang melihat? Apakah aku akan tetap setia ketika tidak dihargai?
Marilah belajar memiliki satu ketakutan yang benar: bukan takut kehilangan penerimaan manusia, tetapi takut kehilangan kesetiaan kepada Yesus.
Sebab ketika hati kita sungguh dekat dengan Tuhan, dari sanalah lahir keberanian untuk melakukan kehendak-Nya.
Doa Penutup
Yesus Yang Maharahim, berikanlah kami keberanian seperti Yohanes Pembaptis untuk tetap berdiri dalam kebenaran dan kesetiaan kepada-Mu.
Ketika kami takut ditolak, kuatkanlah kami. Ketika kami tergoda untuk mengikuti arus, teguhkanlah hati kami. Ketika kami harus memilih antara kenyamanan dan kebenaran, bantulah kami memilih yang berkenan kepada-Mu.
Seperti Santa Faustina, ajarilah kami untuk tidak takut kepada apa pun di dunia ini, selain takut menyakiti hati-Mu dan membuat-Mu bersedih.
Yesus, kuatkanlah kami agar hidup kami selalu setia kepada-Mu.
Yesus, aku percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
