Jumat, 28 Agustus 2026
Menjaga “Minyak” Kerahiman dalam Hati
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya. Matius 25:13”Matius 25:13 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Kerahiman-Ku bekerja dalam semua hati yang membuka pintu baginya. (BHSF 1577)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏
Shalom Saudara-saudari yang terkasih dalam Kerahiman Allah
Dalam perumpamaan sepuluh gadis, Yesus mengajak kita untuk belajar dari lima gadis yang bijaksana. Mereka tidak hanya membawa pelita, tetapi juga menyediakan minyak. Ketika mempelai datang pada tengah malam, mereka siap menyambutnya.
Kita pun sedang menantikan kedatangan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Namun, berjaga-jaga bukan berarti hidup dalam ketakutan. Berjaga-jaga berarti menjaga hati agar selalu siap menerima Tuhan.
BHSF 1577 memberikan kedalaman yang indah pada pesan Injil ini. Yesus berkata bahwa Kerahiman-Nya ingin bekerja dalam diri kita, tetapi kita dapat memasang “rintangan” bagi-Nya. Rintangan itu dapat berupa hati yang tertutup, keengganan untuk bertobat, kesombongan, luka yang tidak mau diserahkan kepada Tuhan, atau ketidakpercayaan terhadap kasih-Nya.
Karena itu, mungkin kita dapat melihat minyak dalam pelita sebagai kehidupan batin yang terus dipelihara bersama Tuhan. Minyak itu tidak dapat dipersiapkan dalam satu malam. Demikian pula iman, pertobatan, doa, dan kepercayaan kepada Kerahiman Tuhan perlu dipelihara setiap hari.
Menarik bahwa semua gadis itu tertidur karena mempelai datang terlambat. Jadi, persoalannya bukan sekadar siapa yang tidak pernah lelah atau tidak pernah jatuh. Yang membedakan adalah siapa yang sudah mempersiapkan diri.
Bagi kita, jatuh dan lemah bukan berarti semuanya telah berakhir. Justru Yesus berkata: “Kerahiman-Ku bekerja dalam semua hati yang membuka pintu bagi-Nya.”
Maka selama kita masih diberi kesempatan, jangan menunda untuk membuka pintu hati. Bertobatlah ketika menyadari kesalahan. Datanglah kepada Yesus ketika hati terasa lemah. Percayakan luka, kekhawatiran, dan kelemahan kita kepada-Nya.
Sebab keteguhan hati pun merupakan rahmat dari Kerahiman-Nya.
💗 Pesan untuk Kita
Hari ini mari kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah pelita hatiku masih menyala?
Apakah aku masih menyediakan ruang bagi Kerahiman Tuhan untuk bekerja dalam diriku?
Jangan menunggu sampai “nanti” untuk bertobat, berdoa, mengampuni, atau kembali kepada Tuhan.
Peliharalah minyak itu setiap hari. Bukalah pintu hati bagi Kerahiman-Nya. Dan ketika Sang Mempelai datang, semoga Ia menemukan kita dalam keadaan siap—bukan karena kita sempurna, tetapi karena kita setia berharap dan percaya kepada-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau mengetahui kelemahan dan kerapuhan hati kami.
Ajarlah kami untuk selalu berjaga-jaga dan tidak menunda pertobatan. Jangan biarkan hati kami tertutup terhadap Kerahiman-Mu.
Ketika iman kami melemah, teguhkanlah. Ketika kami jatuh, angkatlah. Ketika hati kami tertutup, bukalah kembali pintunya bagi-Mu.
Semoga pelita hati kami tetap menyala oleh iman, kasih, pertobatan, dan kepercayaan kepada Kerahiman-Mu.
Yesus, aku percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
