Rabu, 26 Agustus 2026
“Allah melihat hati yang tersembunyi”
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi sebelah dalamnya penuh tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran.”Matius 23:27 (Alkitab Terjemahan Baru)
“O harta yang tak kunjung habis, yakni kemurnian yang mendasari setiap intensi, yang membuat semua perbuatan menjadi sempurna dan berkenan di hati Allah! (BHSF No.66)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏 Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah,
Dalam Injil hari ini, Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang tampak saleh di hadapan manusia, tetapi hati mereka tidak sesuai dengan penampilan luarnya.
Yesus mengingatkan kita bahwa kehidupan iman bukanlah soal bagaimana kita terlihat di hadapan manusia, melainkan bagaimana keadaan hati kita di hadapan Allah.
Manusia dapat melihat apa yang tampak di luar, tetapi Tuhan melihat sampai ke kedalaman hati.
Dalam BHSF nomor 66 dikatakan, "O harta yang tak kunjung habis, yakni kemurnian yang mendasari setiap intensi, yang membuat semua perbuatan menjadi sempurna dan berkenan di hati Allah!”
Kemurnian yang dimaksud bukan hanya tentang apa yang tampak dalam perbuatan kita, tetapi terutama kemurnian intensi atau niat hati.
Kita bisa melakukan sesuatu yang baik, tetapi apakah niat kita sungguh murni?
Kita dapat melayani Tuhan, tetapi apakah kita melayani karena kasih atau karena ingin dihargai?
Kita dapat membantu sesama, tetapi apakah kita melakukannya dengan tulus atau berharap mendapat pujian?
Kita dapat berdoa, tetapi apakah hati kita sungguh mencari Tuhan?
Injil hari ini mengajak kita untuk berani melihat ke dalam diri, bukan untuk menyalahkan diri sendiri, tetapi supaya kita membiarkan Yesus membersihkan hati kita.
Pesan untuk Kita
Ada kalanya kita begitu mudah melihat kekurangan orang lain, tetapi sulit melihat apa yang masih perlu dibersihkan dalam diri kita sendiri.
Kita mungkin terlihat baik di luar, aktif dalam pelayanan, rajin berdoa dan melakukan banyak hal untuk Tuhan. Namun, Yesus mengajak kita bertanya lebih dalam:
“Bagaimana keadaan hatiku ketika tidak seorang pun melihat?”
Di situlah kemurnian hati diuji.
Santa Faustina pun tidak menutup-nutupi kelemahannya. Ia berkata: “Yesus, aku sungguh ketakutan karena aku sadar akan kekuranganku, tetapi serentak hatiku menjadi tenang karena kerahiman-Mu yang tak terhingga, yang melampaui kekuranganku...”
Betapa indahnya!
Kesadaran akan kelemahan diri tidak membuat Faustina menjauh dari Yesus. Justru kesadaran itu membuatnya semakin bersandar pada Kerahiman Allah.
Inilah yang perlu kita lakukan.
Ketika menemukan bahwa hati kita masih dipenuhi kesombongan, iri hati, keinginan dipuji, sakit hati, atau penghakiman terhadap sesama, janganlah bersembunyi dari Tuhan.
Datanglah kepada Yesus.
Biarkan Dia menyentuh bagian hati kita yang tidak terlihat oleh siapa pun.
Sebab bagi Tuhan, hati yang menyadari kelemahannya dan dengan rendah hati datang memohon kerahiman-Nya jauh lebih berharga daripada penampilan kesalehan yang hanya terlihat di luar.
Mari kita memohon rahmat agar setiap perkataan, pelayanan, pengorbanan dan perbuatan baik kita sungguh keluar dari hati yang murni dan kasih yang tulus.
Karena sesungguhnya, harta terbesar bukanlah terlihat baik di mata manusia, melainkan berkenan di hati Allah.
Doa Penutup
Yesus yang Maharahim, Engkau mengenal kami lebih dalam daripada kami mengenal diri kami sendiri. Engkau mengetahui segala yang tersembunyi di dalam hati kami.
Ampunilah kami jika selama ini kami lebih memperhatikan penampilan luar daripada kemurnian hati. Bersihkanlah hati kami dari kesombongan, iri hati, keinginan dipuji, kepentingan diri, dan segala niat yang tidak berkenan kepada-Mu.
Ajarlah kami untuk melakukan setiap kebaikan dengan hati yang tulus, melayani dengan kasih, mengampuni dengan sungguh-sungguh, dan hidup bukan demi pujian manusia, tetapi demi menyenangkan hati-Mu.
Yesus, kami sadar bahwa kami rapuh dan penuh kekurangan. Karena itu, tinggallah selalu bersama kami. Bimbinglah setiap langkah hidup kami dan ubahlah hati kami agar semakin menyerupai hati-Mu.
Kami percaya, kerahiman-Mu jauh lebih besar daripada segala kekurangan kami. Yesus, aku percaya kepada-Mu. Santa Faustina doakanlah kami.
Amin.
