Minggu, 23 Agustus 2026
Siapakah Yesus Bagiku?
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”Matius 16:16 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Ia menginginkan agar setiap orang mengetahui hal ini sebelum Ia datang kembali sebagai Hakim. Ia ingin jiwa-jiwa mengenal Dia pertama-tama sebagai Raja Kerahiman. (BHSF No. 378)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏 Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah
Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Petrus menjawab dengan iman yang teguh, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”
Pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada kita hari ini. Siapakah Yesus bagiku? Apakah Ia hanya Tuhan yang kita kenal dan kita sembah, atau sungguh-sungguh Dia yang menjadi sandaran hidup kita?
Dalam BHSF 378, Santa Faustina menerima pemahaman bahwa Yesus ingin manusia mengenal-Nya terlebih dahulu sebagai Raja Kerahiman, sebelum Ia datang sebagai Hakim. Kerahiman-Nya ingin dikenal, dipercaya, dan dimaklumkan kepada dunia.
Petrus menerima tugas untuk menjadi batu karang bagi Gereja. Santa Faustina pun menerima panggilan untuk mewartakan Kerahiman Allah. Keduanya mengingatkan kita bahwa mengenal Yesus membawa kita kepada sebuah perutusan: menjadi saksi-Nya.
Kita mungkin pernah mengalami saat ketika iman terasa diuji, doa seakan tidak berbuah, atau karya yang kita lakukan bagi Tuhan tampak seperti mengalami kegagalan. Namun BHSF 378 mengingatkan bahwa apa yang telah diputuskan Allah tidak akan Ia ubah. Karya-Nya mungkin tampak hancur di mata manusia, tetapi rencana Allah tidak pernah gagal.
Pesan untuk kita
Hari ini, marilah kita menjawab pertanyaan Yesus dengan seluruh hidup kita: “Yesus, Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup. Engkaulah Raja Kerahiman yang kupercaya.”
Jangan hanya mengenal kerahiman-Nya, tetapi wartakanlah melalui hidup kita: dengan pengampunan, belas kasih, kesabaran, dan kasih kepada sesama.
Sebab ketika kita sungguh percaya kepada Kerahiman-Nya, kita tidak perlu takut menghadapi penderitaan ataupun kegagalan. Karya Allah tetap akan menang, karena kerahiman-Nya tidak pernah gagal.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Raja Kerahiman, Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup. Ajarlah kami untuk semakin mengenal-Mu, semakin percaya kepada-Mu, dan menjadikan-Mu sandaran dalam setiap keadaan.
Ketika kami menghadapi kesulitan, ketika karya kami terasa gagal, atau ketika jalan hidup kami penuh penderitaan, teguhkanlah iman kami agar kami tetap percaya bahwa rencana-Mu tidak pernah gagal.
Jadikanlah kami saksi-saksi Kerahiman-Mu, agar melalui perkataan, sikap, pengampunan, dan kasih kami kepada sesama, semakin banyak orang mengenal-Mu sebagai Raja Kerahiman yang penuh kasih.
Yesus, Raja Kerahiman, kami percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
