Sabtu, 22 Agustus 2026
Melayani dengan Rendah Hati
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”Matius 23:11 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Yang pertama adalah kerendahan hati, kerendahan hati, dan sekali lagi kerendahan hati; keutamaan yang kedua adalah kemurnian; keutamaan yang ketiga adalah kasih akan Allah. (BHSF 1415)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman🙏
Shalom Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah,
Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa kebesaran di hadapan Allah tidak diukur dari kedudukan, penghormatan, ataupun seberapa banyak orang mengenal kita. Kebesaran sejati terletak dalam kerelaan untuk melayani.
Yesus melihat hati manusia. Ia tidak menghendaki kita melakukan kebaikan hanya agar dipuji atau dihargai. Karena itu, Sabda-Nya mengajak kita untuk merendahkan diri dan menjadi pelayan bagi sesama.
Pesan ini semakin diperdalam melalui BHSF 1415. Bunda Maria mengajarkan kepada Santa Faustina tiga keutamaan yang paling berharga dan menyenangkan Allah: kerendahan hati, kemurnian, dan kasih akan Allah.
Kerendahan hati membuat kita tidak perlu selalu menjadi yang utama. Kemurnian membuat kita mampu melayani tanpa mencari pujian. Dan kasih kepada Allah membuat kita tetap setia berbuat baik, sekalipun tidak ada seorang pun yang melihat atau menghargainya.
Kadang kita merasa kecewa ketika pelayanan kita tidak dihargai. Kita ingin kebaikan kita diketahui dan diingat. Namun Tuhan mengajak kita untuk kembali kepada niat yang paling sederhana:
“Aku melayani bukan supaya dilihat manusia, tetapi karena aku mengasihi Tuhan.”
Tidak ada kebaikan yang tersembunyi dari mata Tuhan. Bahkan pelayanan kecil yang dilakukan dengan kasih memiliki nilai besar di hadapan-Nya.
Marilah kita belajar dari Yesus yang rela menjadi hamba, dan dari Bunda Maria yang mengajarkan kepada Santa Faustina: kerendahan hati, kemurnian, dan kasih akan Allah.
Semoga dalam setiap pelayanan kita, bukan diri kita yang semakin ditinggikan, melainkan nama Tuhan dan Kerahiman-Nya yang semakin nyata melalui hidup kita.
Pesan untuk Kita
Hari ini mari kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku melayani karena kasih, atau karena ingin dihargai?
Ketika kebaikan kita tidak dilihat atau tidak dihargai, janganlah berkecil hati. Tuhan melihat hati dan niat kita.
Cukuplah berkata: “Yesus yang Maharahim, Engkau tahu niat hatiku. Biarlah aku melayani dengan rendah hati, murni, dan penuh kasih kepada-Mu.”
Doa Penutup
Yesus yang Maharahim, ajarlah kami menjadi pelayan yang rendah hati, murni dalam niat, dan tulus dalam mengasihi-Mu.
Bersihkan hati kami dari keinginan untuk dipuji dan dihargai. Semoga dalam setiap pelayanan kami, bukan diri kami yang ditinggikan, melainkan nama-Mu dan Kerahiman-Mu.
Bunda Maria, tuntunlah kami untuk menghidupi kerendahan hati, kemurnian, dan kasih kepada Allah.
Yesus, Engkaulah andalanku. Santa Faustina doakanlah kami
Amin.
