Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Kamis, 20 Agustus 2026

DATANGLAH KE PERJAMUAN KERAHIMAN

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

DATANGLAH KE PERJAMUAN KERAHIMAN
“Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.”Matius 22 : 2 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam. Kerahiman-Ku begitu besar…” (BHSF 699) “Kepada mereka, Aku memberikan harapan terakhir untuk selamat, yakni Pesta Kerahiman-Ku.” (BHSF 965) “Karena tahu akan Kerahiman-Mu, maka aku menghampiri Engkau, ya Yesus, sebab kemurahan Hati-Mu jauh lebih besar daripada kepapaanku.” (BHSF 1827)”

Buku Harian Santa Faustina

Salam Kerahiman🙏

Shalom, Saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah

Dalam Injil hari ini, Yesus menggambarkan Kerajaan Surga seperti seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin bagi anaknya. Para undangan telah dipanggil, tetapi mereka menolak datang. Sang raja kemudian mengundang siapa saja yang mereka jumpai di jalan, baik orang baik maupun orang jahat.

Betapa luas hati sang raja. Ia tidak berhenti mengundang.

Demikian pula Allah. Kita semua adalah orang-orang yang diundang ke dalam perjamuan kasih-Nya. Tidak ada seorang pun yang terlalu berdosa untuk dipanggil. Tidak ada seorang pun yang terlalu miskin secara rohani untuk dihampiri oleh Kerahiman-Nya.

Hal ini sangat jelas dalam pesan Yesus kepada Santa Faustina: “Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku…”

Yesus bahkan mengatakan bahwa Pesta Kerahiman menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya para pendosa yang malang.

Namun Injil juga menghadirkan seseorang yang datang ke perjamuan tanpa mengenakan pakaian pesta. Ia menerima undangan, tetapi tidak mempersiapkan dirinya dengan pantas.

Di sinilah kita menemukan pesan penting.

Menerima undangan Tuhan tidak cukup. Kita juga harus membiarkan rahmat-Nya mengubah hidup kita.

Pakaian pesta dapat kita renungkan sebagai gambaran hati yang bertobat, hati yang mau dibersihkan, hati yang percaya dan mau hidup dalam kasih.

Santa Faustina memberikan contoh yang begitu indah.

Dalam BHSF 1827, ketika mempersiapkan diri menerima Komuni Kudus, ia merasa tidak pantas. Ia melihat dalam dirinya hanya “jurang kepapaan”. Namun ia tidak menjauh dari Yesus. Ia justru berkata bahwa ia akan datang kepada-Nya karena: “Kemurahan Hati-Mu jauh lebih besar daripada kepapaanku.”

Inilah iman seorang jiwa yang sungguh percaya kepada Kerahiman.

Kadang-kadang kita pun merasa tidak layak datang kepada Tuhan. Kita mengingat dosa masa lalu, kelemahan, kegagalan, kekurangan kasih, bahkan mungkin luka yang belum sembuh dalam hati kita.

Tetapi hari ini Yesus seakan berkata:

“Jangan takut. Datanglah.” Bukan karena kita sudah sempurna. Bukan karena kita sudah pantas. Tetapi karena Kerahiman-Nya jauh lebih besar daripada kepapaan kita.

Undangan itu masih diberikan kepada kita. Perjamuan itu masih terbuka. Sumber Kerahiman itu masih mengalir.

Yang diminta Tuhan adalah agar kita tidak menolak undangan-Nya dan tidak terus tinggal dalam dosa. Datanglah kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Biarkan Dia mengenakan kepada kita “pakaian pesta”: hati yang baru, hati yang percaya, hati yang mau mengampuni dan mengasihi.

Sebab seperti yang dikatakan Yesus kepada Santa Faustina: “Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada sumber kerahiman-Ku.”

Maka hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku sudah menerima undangan Tuhan? Apakah aku berani datang kepada-Nya dengan segala kepapaanku?

Dan yang lebih penting: Apakah aku membiarkan Kerahiman-Nya mengubah hidupku?

Jangan menjauh dari Yesus karena merasa tidak layak.

Datanglah. Percayalah. Bertobatlah.

Sebab meja perjamuan-Nya terbuka bagi kita, dan Kerahiman-Nya jauh lebih besar daripada segala kepapaan kita.

❤️ Pesan untuk kita

Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna untuk mengundang kita datang kepada-Nya. Ia mengundang kita agar melalui Kerahiman-Nya kita diubahkan menjadi baru.

Jangan takut datang kepada Yesus karena dosa dan kelemahan kita. Datanglah dengan rendah hati, bertobat, menerima pengampunan-Nya, dan berusaha mengenakan “pakaian pesta” melalui hidup yang penuh iman, kasih, dan kerahiman.

Undangan Tuhan sudah diberikan. Jangan kita tolak.

Doa Penutup

Yesus yang Maharahim, terima kasih karena Engkau senantiasa mengundang kami ke dalam perjamuan kasih-Mu.

Kami datang kepada-Mu dengan segala dosa, kelemahan, dan kepapaan kami. Kami sering merasa tidak layak, tetapi kami percaya bahwa Kerahiman-Mu jauh lebih besar daripada kepapaan kami.

Ampunilah kami dan bersihkanlah hati kami. Kenakanlah kepada kami pakaian pesta: hati yang bertobat, hati yang percaya, hati yang mampu mengampuni dan mengasihi.

Jangan biarkan kami menolak undangan-Mu. Tariklah kami selalu kembali kepada sumber Kerahiman-Mu, agar hidup kami menjadi kesaksian atas kasih-Mu.

Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, kami percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.