Sabtu, 15 Agustus 2026
Jangan Sempitkan Pintu Hatimu bagi Kerahiman Allah
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga.”Matius 19:14 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Rahmat kerahiman-Ku hanya dapat diperoleh dengan menggunakan satu bejana, yakni pengharapan. Semakin besar pengharapan suatu jiwa, semakin banyak rahmat yang akan ia terima. (BHSF no.1578)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman. Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Allah.
Dalam Injil hari ini, orang-orang membawa anak-anak kepada Yesus agar Ia memberkati mereka. Namun para murid justru menghalangi. Yesus berkata dengan tegas, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.”
Mengapa Yesus begitu menerima anak-anak?
Anak kecil datang dengan hati yang sederhana. Ia percaya kepada orang yang dikasihinya. Ia tidak banyak memperhitungkan apakah dirinya pantas atau tidak. Ia datang, meminta, dan menerima dengan penuh kepercayaan.
Sikap seperti inilah yang juga dikehendaki Yesus dari kita.
Dalam BHSF No. 1578, Yesus berkata bahwa bejana untuk menerima rahmat Kerahiman-Nya adalah pengharapan. Semakin besar pengharapan kita, semakin banyak rahmat yang dapat kita terima.
Sering kali kita justru datang kepada Tuhan dengan hati yang sempit. Kita merasa tidak layak karena dosa-dosa kita. Kita takut meminta terlalu banyak. Kita merasa masalah kita terlalu berat bagi Tuhan. Bahkan terkadang kita mulai meragukan apakah Tuhan sungguh akan menolong kita.
Padahal Yesus berkata bahwa Ia ingin memberikan “banyak rahmat, bahkan amat banyak.”
Betapa indahnya!
Kerahiman Allah tidak terbatas, tetapi sering kali kitalah yang membatasi diri untuk menerimanya. Kita menyempitkan pintu hati karena kurang percaya dan kurang berharap.
Hari ini Yesus mengundang kita untuk kembali menjadi seperti anak kecil: datang kepada-Nya dengan hati sederhana, percaya, dan penuh pengharapan.
Apa pun keadaan kita saat ini—kegagalan, kelemahan, persoalan keluarga, pergumulan hidup, ataupun dosa yang membuat kita merasa jauh dari Tuhan—jangan menjauh dari Yesus. Datanglah kepada-Nya.
Jangan berkata, “Aku tidak pantas.” Jangan berkata, “Masalahku terlalu besar.” Jangan berkata, “Mungkin Tuhan tidak akan mengabulkannya.”
Bukalah pintu hati kita selebar-lebarnya dan bawalah semuanya kepada Yesus.
Sebab Kerahiman-Nya jauh lebih besar daripada dosa kita, kasih-Nya jauh lebih besar daripada kelemahan kita, dan rahmat-Nya jauh lebih besar daripada apa yang mampu kita bayangkan.
Mari belajar memiliki pengharapan tanpa batas kepada Kerahiman Allah. Bukan berarti semua yang kita minta akan terjadi persis seperti keinginan kita, tetapi kita percaya bahwa Yesus selalu tahu apa yang terbaik bagi keselamatan kita dan Ia tidak pernah meninggalkan kita.
Pesan untuk Kita
Datanglah kepada Yesus seperti anak kecil: sederhana, rendah hati, dan penuh pengharapan. Jangan menyempitkan pintu hati kita karena ketakutan dan ketidakpercayaan. Percayalah, Kerahiman Allah selalu lebih besar daripada segala persoalan kita.
Hari ini, marilah kita membawa satu permohonan yang paling kita rindukan kepada Yesus dan berkata:
“Yesus, aku percaya kepada-Mu. Aku serahkan semuanya kepada Kerahiman-Mu. Tambahkanlah pengharapanku kepada-Mu.”
Doa Penutup
Yesus yang Maharahim, ajarilah kami datang kepada-Mu seperti anak kecil, dengan hati yang sederhana, rendah hati, dan penuh kepercayaan.
Ampunilah kami ketika kami membatasi rahmat-Mu karena ketakutan, keraguan, dan kurangnya pengharapan.
Bukalah hati kami selebar-lebarnya agar kami mampu menerima kelimpahan Kerahiman-Mu. Dalam setiap persoalan dan pergumulan hidup kami, teguhkanlah keyakinan kami bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan kami.
Yesus, aku percaya kepada-Mu. Semakin besar pengharapanku kepada-Mu, semakin besar pula rahmat yang kuharapkan dari-Mu. Amin Santa Faustina, doakanlah kami.
Amin.
