Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Kamis, 13 Agustus 2026

“Menjadi Wajah Kerahiman melalui Pengampunan”

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Menjadi Wajah Kerahiman melalui Pengampunan”
“Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”Matius 18:22 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Kita paling menyerupai Allah ketika kita mengampuni sesama kita. Allah adalah kasih, kebaikan, dan kerahiman. ......“.......Hati mempelai-Ku harus menyerupai Hati-Ku; dari hatinya harus memancar mata air kerahiman-Ku bagi jiwa-jiwa.” (BHSF 1148)”

Buku Harian Santa Faustina

Salam Kerahiman. Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,

Dalam kehidupan sehari-hari, mengampuni sering kali bukan perkara mudah. Ada luka yang begitu dalam, ada perkataan yang masih teringat, ada perlakuan yang membuat hati kecewa, bahkan mungkin ada seseorang yang sampai hari ini masih sulit kita maafkan.

Namun melalui Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa pengampunan tidak seharusnya dibatasi. Ketika Petrus bertanya berapa kali harus mengampuni, Yesus menjawab bukan hanya tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali.

Yesus ingin menyadarkan kita bahwa kita sendiri adalah orang-orang yang terus-menerus menerima pengampunan dan kerahiman Allah. Berkali-kali kita jatuh dalam kelemahan dan dosa, tetapi Tuhan tidak pernah lelah menyambut kita kembali. Kerahiman-Nya selalu terbuka bagi kita.

Karena itu, kita pun dipanggil untuk meneruskan kerahiman yang telah kita terima kepada sesama.

Santa Faustina mengatakan bahwa kita paling menyerupai Allah ketika kita mengampuni sesama.

Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan orang lain tidak penting. Mengampuni juga bukan berarti kita harus melupakan luka yang pernah kita alami. Mengampuni berarti kita memilih untuk tidak membiarkan luka, kemarahan, dan dendam menguasai hati kita.

Ketika kita mengampuni, kita menyerahkan orang yang telah menyakiti kita kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan sendiri yang menyembuhkan hati kita.

Mungkin hari ini ada seseorang yang namanya muncul dalam hati kita. Seseorang yang pernah melukai, mengecewakan, atau berbuat tidak adil kepada kita.

Mari kita bawa dia dalam doa.

Mungkin kita belum mampu mengampuni sepenuhnya. Tidak apa-apa. Mari kita mulai dengan sebuah kerinduan sederhana:

“Tuhan, aku mau belajar mengampuni. Berikanlah kepadaku hati seperti Hati-Mu.”

Sebab Yesus menghendaki agar hati kita menjadi seperti Hati-Nya—hati yang penuh kasih, kebaikan dan kerahiman.

Ketika kita mampu mengampuni, kita bukan hanya melepaskan orang lain dari kesalahan mereka, tetapi juga membebaskan diri kita dari beban kepahitan.

Semoga melalui perkataan, sikap dan tindakan kita, orang lain dapat mengalami sedikit dari kasih dan kerahiman Tuhan.

Marilah kita tidak hanya menjadi penerima kerahiman, tetapi juga menjadi wajah Kerahiman Allah bagi sesama.

Doa Penutup

Yesus yang Maharahim, Engkau telah begitu banyak mengampuni dan mengasihi kami. Ajarlah kami untuk mengampuni sesama seperti Engkau telah mengampuni kami.

Sembuhkanlah hati kami dari luka, kemarahan, kekecewaan dan dendam. Berilah kami kekuatan untuk melepaskan segala kepahitan dan menyerahkannya ke dalam tangan-Mu.

Tuhan, jika hari ini masih ada seseorang yang sulit kami ampuni, berikanlah kami rahmat untuk mendoakannya. Ubahlah hati kami agar kami mampu memandangnya dengan belas kasih, bukan dengan kebencian.

Jadikanlah hati kami menyerupai Hati-Mu, sehingga melalui hidup kami, mata air kerahiman-Mu dapat memancar bagi jiwa-jiwa.

Semoga kami selalu ingat bahwa kami telah menerima kerahiman yang begitu besar dari-Mu, sehingga kami pun dipanggil untuk menjadi saluran kerahiman bagi orang-orang di sekitar kami.

Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, kami percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.