Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Rabu, 12 Agustus 2026

Membawa Saudara Kembali kepada Kerahiman

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Membawa Saudara Kembali kepada Kerahiman
“Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatkannya kembali”Matius 18:15 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Berdoalah bagi jiwa-jiwa agar mereka tidak takut menghampiri Sidang Kerahiman-Ku (Sakramen Pengakuan Dosa). Jangan jemu-jemu mendoakan orang-orang berdosa. Engkau tahu betapa jiwa-jiwa itu membebani Hati-Ku. Ringankanlah dukacita-Ku yang dahsyat ini; salurkanlah kerahiman-Ku. (BHSF 975)”

Buku Harian Santa Faustina

Salam Kerahiman. Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Ilahi.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi saudara yang berbuat salah. Yesus berkata, “Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata.”

Menarik bahwa Yesus tidak berkata, “Bicarakan kesalahannya kepada orang lain,” tetapi justru meminta kita datang kepadanya secara pribadi. Tujuannya pun bukan untuk mempermalukan atau memenangkan pertengkaran, melainkan “mendapatkan kembali saudaramu.”

Inilah hati Kerahiman.

Sering kali ketika seseorang menyakiti atau berbuat salah kepada kita, kita lebih mudah menghakimi, menjauh, atau menceritakan kesalahannya kepada orang lain. Namun Yesus mengajarkan jalan yang berbeda: datang dengan kasih, berbicara dengan lembut, dan mengusahakan agar saudara kita kembali.

Pesan ini semakin diteguhkan melalui pengalaman Santa Faustina. Dalam BHSF 975, Yesus berkata:

“Berdoalah bagi jiwa-jiwa agar mereka tidak takut menghampiri Sidang Kerahiman-Ku... Jangan jemu-jemu mendoakan orang-orang berdosa.”

Yesus tidak ingin orang berdosa semakin jauh daripada-Nya. Ia merindukan mereka kembali kepada Kerahiman-Nya, terutama melalui Sakramen Pengakuan Dosa.

Karena itu, ketika kita melihat saudara kita jatuh dalam kesalahan, kita dipanggil bukan untuk menjadi hakim, melainkan menjadi saluran kerahiman Allah.

Mungkin kita tidak selalu mampu mengubah hati seseorang dengan perkataan kita. Tetapi kita selalu dapat mendoakannya.

Mungkin teguran kita tidak langsung diterima. Tetapi kita tidak boleh berhenti berharap dan berdoa.

Sebab Yesus sendiri berkata, “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Mari kita belajar untuk menegur tanpa melukai, mengingatkan tanpa merendahkan, mengampuni tanpa menyimpan kepahitan, dan mendoakan mereka yang sedang jatuh agar berani kembali kepada Tuhan.

Kerahiman bukan berarti membenarkan dosa. Kerahiman berarti mengasihi seseorang sedemikian rupa sehingga kita ingin dia kembali kepada Tuhan.

Pesan untuk Kita

Ketika kita melihat saudara melakukan kesalahan, janganlah segera menghakimi atau membicarakannya kepada orang lain.

Tegurlah dengan kasih. Doakanlah dengan ketekunan. Dan bantulah dia kembali kepada Kerahiman Tuhan.

Jadilah saluran kerahiman, bukan sumber penghakiman.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau mengajarkan kami untuk tidak menghakimi saudara yang jatuh dalam kesalahan, tetapi dengan kasih berusaha membawanya kembali kepada-Mu.

Ampunilah kami jika selama ini kami lebih mudah membicarakan kesalahan orang lain daripada mendoakannya. Lebih mudah menjauh daripada mengulurkan tangan. Lebih mudah menghakimi daripada berbelaskasih.

Berikanlah kepada kami hati yang lembut dan penuh kerahiman. Ajarlah kami untuk menegur dengan kasih, mengampuni dengan tulus, dan tidak pernah jemu mendoakan jiwa-jiwa yang menjauh daripada-Mu.

Tuhan Yesus, melalui BHSF 975, Engkau meminta kami untuk meringankan dukacita Hati-Mu dengan mendoakan orang-orang berdosa dan menyalurkan kerahiman-Mu.

Semoga melalui perkataan, perbuatan, dan doa-doa kami, semakin banyak jiwa berani menghampiri Sidang Kerahiman-Mu dan mengalami kasih serta pengampunan-Mu.

Yesus, Engkau Andalanku. Yesus, Raja Kerahiman Ilahi, kami percaya kepada-Mu.

Amin.