Sabtu, 8 Agustus 2026
Iman yang Mampu Memindahkan Gunung
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah.”Matius 17:20 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Tetapi, supaya Aku dapat berkarya pada jiwa, jiwa itu harus memiliki iman. O betapa menyenangkan Hati-Ku iman yang hidup! (BHSF No. 1420)”
Buku Harian Santa Faustina
Salam Kerahiman.
Shalom, saudara-saudari terkasih dalam Kerahiman Tuhan.
Dalam Injil Matius 17:14–20, kita mendengar kisah seorang ayah yang datang kepada Yesus memohon pertolongan bagi anaknya. Ia telah meminta pertolongan kepada para murid, tetapi mereka tidak mampu menyembuhkannya. Ketika Yesus datang, Ia menyembuhkan anak itu.
Para murid kemudian bertanya mengapa mereka tidak mampu melakukannya. Yesus menjawab bahwa mereka kurang percaya. Bahkan Yesus berkata, “Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah.”
Yesus tidak sedang mengajarkan bahwa iman adalah kekuatan untuk mendapatkan segala sesuatu sesuai keinginan kita. Yesus mengajarkan bahwa iman yang sungguh-sungguh membuat kita percaya kepada kuasa dan kehendak Allah, bahkan ketika di hadapan kita ada sesuatu yang tampaknya mustahil.
Dalam kehidupan kita pun ada banyak “gunung”: persoalan keluarga, pekerjaan, hubungan dengan sesama, kekecewaan, penderitaan, ketakutan, atau pergumulan yang seolah tidak menemukan jalan keluar.
Sering kali kita melihat besarnya masalah, lalu lupa melihat betapa besar kuasa Tuhan.
Santa Faustina menerima pesan yang sangat indah dari Yesus dalam BHSF No. 1420:
“Supaya Aku dapat berkarya pada jiwa, jiwa itu harus memiliki iman. O betapa menyenangkan Hati-Ku iman yang hidup!”
Iman yang hidup bukan hanya percaya ketika semuanya berjalan baik. Iman yang hidup adalah ketika kita tetap berkata, “Yesus, aku percaya kepada-Mu,” bahkan ketika kita belum melihat pertolongan-Nya.
Mungkin hari ini kita sedang berhadapan dengan sebuah “gunung” yang terasa terlalu besar untuk kita pindahkan. Jangan putus asa. Jangan hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Bawalah semuanya kepada Yesus.
Percayalah bahwa Tuhan sedang berkarya, meskipun cara dan waktunya mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Sebab bagi Tuhan, tidak ada sesuatu yang terlalu sulit. Yang Tuhan minta dari kita adalah hati yang percaya dan iman yang hidup.
Mungkin iman kita belum sebesar gunung. Bahkan mungkin hanya sebesar biji sesawi. Tetapi bila iman kecil itu kita serahkan kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, Tuhan dapat melakukan perkara besar melalui iman kita.
Maka hari ini marilah kita berkata dengan penuh keyakinan:
“Yesus, aku percaya kepada-Mu. Aku serahkan gunung-gunung dalam hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku tidak tahu bagaimana Engkau akan menolongku, tetapi aku percaya Engkau mampu dan Engkau tidak pernah meninggalkanku.” 🌸 Pesan untuk Kita Jangan mengukur besarnya pertolongan Tuhan dari kecil atau besarnya iman kita. Yang terutama adalah iman yang hidup dan hati yang sungguh percaya kepada Yesus.
Ketika menghadapi masalah yang terasa seperti gunung, jangan berkata, “Aku tidak sanggup.” Tetapi katakanlah, “Yesus, aku percaya kepada-Mu. Berkaryalah dalam hidupku menurut kehendak-Mu.”
Sebab iman membuat kita mampu melihat bahwa di balik sesuatu yang tampaknya mustahil, selalu ada Tuhan yang mampu berkarya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, Engkau mengetahui segala persoalan, ketakutan, kelemahan, dan “gunung-gunung” yang sedang kami hadapi.
Sering kali iman kami kecil dan mudah goyah. Kami lebih mudah melihat besarnya masalah daripada melihat besarnya kuasa-Mu.
Ampunilah kami, ya Tuhan.
Tambahkanlah iman kami. Jadikanlah iman kami iman yang hidup, iman yang tetap percaya ketika kami belum melihat jalan keluar, iman yang tetap berharap ketika keadaan terasa mustahil.
Ajarlah kami untuk menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Mu dan percaya bahwa Engkau selalu hadir dan mampu berkarya dalam hidup kami.
Yesus, kami percaya kepada-Mu. Kami percaya kepada kerahiman-Mu. Kami serahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu.
Yesus, Engkaulah andalan kami. Yesus, Engkaulah kekuatan kami. Yesus, kami percaya kepada-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami
Amin.
