Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Kamis, 6 Agustus 2026

Terang yang Mengubah Hati

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Terang yang Mengubah Hati
“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”Matius 17:5 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Allah membela jiwa yang rendah hati dan berkenan masuk ke dalam relung hatinya. (BHSF 593)”

Buku Harian Santa Faustina

Setiap orang tentu menginginkan pengalaman yang indah bersama Tuhan. Para murid pun pernah mengalaminya ketika Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di sana mereka menyaksikan kemuliaan Yesus yang wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya putih berkilau. Mereka terpukau oleh keagungan Tuhan hingga Petrus ingin tetap tinggal di sana.

Namun, pengalaman itu bukanlah tujuan akhir. Yesus membawa mereka turun dari gunung untuk melanjutkan perjalanan menuju Yerusalem, tempat Ia akan memikul salib demi keselamatan dunia. Kemuliaan yang mereka lihat menjadi kekuatan agar mereka tetap setia ketika menghadapi penderitaan.

Santa Faustina mengajarkan hal yang sama dalam BHSF 593. Ia menyadari bahwa semakin seseorang mengenal keagungan Allah, semakin ia melihat betapa kecil dirinya. Dari kesadaran itu lahirlah kerendahan hati yang membuka pintu bagi rahmat Tuhan. Ia menulis, "Allah membela jiwa yang rendah hati dan berkenan masuk ke dalam relung hatinya."

Sering kali kita memohon agar Tuhan menunjukkan kuasa dan mukjizat-Nya. Namun Tuhan lebih dahulu ingin mengubah hati kita. Terang Kristus bukan sekadar membuat kita kagum, tetapi membentuk kita menjadi pribadi yang rendah hati, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, dan semakin percaya kepada penyelenggaraan Allah.

Setiap kali kita berdoa, mengikuti Ekaristi, atau beradorasi di hadapan Sakramen Mahakudus, kita sedang berdiri di hadapan terang Kristus. Terang itu hendaknya tidak berhenti sebagai pengalaman rohani yang indah, tetapi mengubah cara kita hidup: menjadi lebih rendah hati, lebih mengasihi, lebih sabar, dan lebih setia memikul salib bersama-Nya.

Marilah kita membuka hati agar terang Kristus terus menyinari hidup kita. Sebab hati yang diterangi oleh-Nya akan menjadi tempat kediaman Allah dan memancarkan kasih-Nya kepada setiap orang yang kita jumpai.

Pesan untuk Kita

Jangan hanya mencari pengalaman rohani yang mengagumkan. Biarkan terang Kristus mengubah hati kita menjadi semakin rendah hati, semakin mengandalkan Allah, dan semakin setia menjalankan kehendak-Nya. Hati yang rendah hati adalah tempat yang paling berkenan bagi Tuhan untuk mencurahkan rahmat-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Yang Mahamulia, Engkau telah menampakkan kemuliaan-Mu kepada para murid agar mereka dikuatkan untuk mengikuti jalan salib bersama-Mu.

Sinari hatiku dengan terang kasih-Mu. Jauhkan aku dari kesombongan yang membuatku mengandalkan diriku sendiri. Anugerahkanlah kepadaku hati yang rendah hati, yang menyadari bahwa segala sesuatu yang kumiliki adalah anugerah dari-Mu.

Semoga setiap kali aku berjumpa dengan-Mu dalam doa, Ekaristi, dan Sabda-Mu, hidupku sungguh diubah menjadi semakin serupa dengan-Mu. Jadikanlah aku pembawa terang, damai, dan kerahiman-Mu bagi siapa pun yang kutemui.

Sebab hanya bersama-Mulah aku menemukan terang yang sejati, yang membimbingku menuju kehidupan kekal. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.