Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Rabu, 5 Agustus 2026

Datanglah kepada Yesus dengan Segala Lukamu

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Datanglah kepada Yesus dengan Segala Lukamu
“Hai ibu, besar imanmu! Jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”Matius 15:28 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Katakan segala sesuatu kepada-Ku... beberkanlah semua luka hatimu. Aku akan menyembuhkannya. (BHSF 1487)”

Buku Harian Santa Faustina

Ada kalanya kita merasa Tuhan seolah diam. Kita telah berdoa, menangis, bahkan memohon tanpa henti, tetapi jawaban yang kita harapkan belum juga datang. Dalam keadaan seperti itu, mudah sekali hati menjadi lelah, kecewa, bahkan mulai mempertanyakan kasih Tuhan.

Perempuan Kanaan dalam Injil hari ini mengalami situasi yang sama. Dengan hati yang hancur ia datang memohon kesembuhan bagi putrinya. Ia berseru, "Kasihanilah aku, ya Tuhan!" Namun Yesus tidak segera menjawab. Keheningan itu bukanlah penolakan, melainkan jalan untuk memurnikan iman dan memperlihatkan keteguhan hatinya. Perempuan itu tetap bertahan. Ia tidak mundur, tidak tersinggung, dan tidak kehilangan harapan. Dengan rendah hati ia tetap percaya bahwa belas kasih Yesus sanggup mengubah segala sesuatu.

Pengalaman ini begitu selaras dengan pesan Yesus kepada Santa Faustina dalam BHSF 1487. Kepada jiwa yang terluka, Yesus berkata, "Katakan segala sesuatu kepada-Ku... beberkanlah semua luka hatimu. Aku akan menyembuhkannya." Betapa menghibur hati kita! Yesus tidak meminta kita datang dengan hati yang kuat atau hidup yang sempurna. Ia hanya menghendaki agar kita datang apa adanya, membawa setiap air mata, setiap kekecewaan, dan setiap luka kepada-Nya.

Sering kali kita menyimpan luka terdalam karena merasa tidak ada seorang pun yang mampu memahami. Namun Yesus justru menunggu saat kita membuka hati kepada-Nya. Di hadapan-Nya kita tidak perlu berpura-pura kuat. Ia mengenal setiap beban yang kita pikul dan setiap luka yang kita sembunyikan. Kerahiman-Nya sanggup mengubah luka menjadi rahmat, penderitaan menjadi jalan menuju kekudusan, dan air mata menjadi sumber pengharapan.

Marilah kita belajar dari perempuan Kanaan. Jangan pernah berhenti datang kepada Yesus, sekalipun doa terasa belum dijawab. Percayalah, Tuhan tidak pernah menolak jiwa yang berharap kepada-Nya. Pada waktu-Nya yang terbaik, Ia akan menjawab dengan kasih yang melampaui harapan kita.

Pesan untuk Kita

Ketika doa terasa belum dijawab, jangan menjauh dari Tuhan. Justru datanglah semakin dekat kepada-Nya. Bukalah hati dengan jujur, serahkan semua luka, ketakutan, dan beban hidup kepada Yesus. Iman yang tekun dan penuh kepercayaan akan selalu menemukan Kerahiman Allah yang menyembuhkan dan menguatkan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Yang Maharahim, Engkau mengetahui setiap luka yang tersembunyi di dalam hatiku. Tidak ada air mata, penderitaan, ataupun pergumulanku yang luput dari pandangan-Mu. Hari ini aku datang kepada-Mu seperti perempuan Kanaan, membawa segala kelemahan dan harapanku. Ajarilah aku untuk tetap percaya ketika Engkau tampak diam, tetap berharap ketika jawaban belum datang, dan tetap setia berjalan bersama-Mu di tengah pencobaan.

Sembuhkanlah luka-luka hatiku dengan Kerahiman-Mu. Ubahlah setiap penderitaan menjadi jalan menuju kekudusan dan jadikanlah aku pribadi yang semakin percaya kepada kasih-Mu.

Sebab hanya kepada-Mulah aku berharap, kini dan sepanjang segala masa. Santa Faustina doakanlah kami

Amin.