Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Selasa, 4 Agustus 2026

"Menjadi Wajah Kerahiman Allah"

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

"Menjadi Wajah Kerahiman Allah"
“Bukan apa yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan apa yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang”Matius 15:11 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan (BHSF 742)”

Buku Harian Santa Faustina

Sering kali kita merasa telah menjadi orang yang beriman karena rajin berdoa, mengikuti Misa, atau menjalankan berbagai devosi. Semua itu baik dan penting. Namun, melalui Injil hari ini (Mat. 15:1-2, 10-14), Yesus mengingatkan bahwa hidup beriman tidak boleh berhenti pada kebiasaan atau penampilan lahiriah. Allah tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, tetapi terutama melihat hati yang melakukannya.

Orang-orang Farisi begitu sibuk menjaga tradisi hingga lupa akan inti hukum Allah, yaitu kasih. Mereka tampak saleh di luar, tetapi hati mereka belum sungguh terbuka kepada Tuhan. Karena itu, Yesus mengajak setiap orang untuk kembali kepada kemurnian hati, sebab dari hatilah lahir setiap perkataan, sikap, dan tindakan.

Pesan yang sama ditegaskan Yesus kepada Santa Faustina. Dalam BHSF 742, Tuhan menghendaki agar penghormatan kepada Kerahiman Ilahi tidak hanya diwujudkan melalui doa atau devosi, tetapi juga melalui perbuatan, perkataan, dan doa yang membawa belas kasih kepada sesama. Bahkan Yesus berkata, "Iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan."

Inilah ukuran iman yang sejati. Seberapa sering kita berdoa memang penting, tetapi yang lebih penting adalah apakah doa itu mengubah hati kita menjadi lebih sabar, lebih mudah mengampuni, lebih peduli kepada yang menderita, dan lebih murah hati kepada sesama. Devosi kepada Kerahiman Ilahi akan menjadi hidup apabila setiap hari kita menjadi saluran kerahiman Tuhan bagi orang-orang di sekitar kita.

Marilah kita memohon rahmat agar hati kita dimurnikan oleh Tuhan, sehingga setiap doa yang kita panjatkan sungguh menghasilkan buah kasih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian nyata tentang Kerahiman Allah.

Pesan untuk Kita

Iman bukan hanya diungkapkan melalui ibadah dan devosi, tetapi juga melalui kasih yang nyata. Setiap perkataan yang menguatkan, setiap tindakan yang penuh belas kasih, dan setiap doa yang tulus adalah cara kita menghormati Kerahiman Allah. Marilah kita menjadi pribadi yang tidak hanya tampak saleh, tetapi juga menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau menghendaki hati yang tulus lebih daripada sekadar penampilan lahiriah. Murnikanlah hatiku agar setiap doa, ibadah, dan devosiku sungguh berbuah dalam kasih kepada sesama.

Ajarlah aku untuk mengamalkan belas kasih melalui perbuatan, perkataan, dan doa, sehingga hidupku menjadi cerminan Kerahiman-Mu. Jangan biarkan aku hanya mengenal-Mu dengan bibir, tetapi bantulah aku mengasihi-Mu dengan seluruh hati dan mewujudkan kasih itu dalam kehidupan setiap hari.

Semoga melalui hidupku, semakin banyak orang mengalami kebaikan dan kerahiman-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Santa Faustina, doakanlah kami.

Amin.